SELASA – SARING SEBELUM SHARING

26 Juli 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
1 Tesalonika 5:21-22

PENGANTAR

“Kota Tesalonika merupakan kota terbesar dan ibukota di wilayah Makedonia. Kota ini merupakan kota pelabuhan yang menjadi pusat perdagangan, komunikasi dan informasi. Kondisi ini menjadikan Tesalonika menjadi tempat persinggahan bahkan menjadi tujuan dari berbagai latar belakang bangsa, agama dan kebudayaan.

PEMBEJALARAN
MENEMUKAN (M1)

Dengan posisi yang demikian strategis, hidup di kota Tesalonika penuh dengan tantangan, sekaligus juga ancaman bagi kehidupan masyarakat, khususnya gereja. Pada saat itu dengan melimpahnya informasi bisa memberikan kesempatan yang juga melimpah bagi pengembangan kehidupan sosial, ekonomi, dan spiritualitas masyarakat. Namun disisi lain limpahan informasi dapat membawa petaka tatkala tidak mampu membedakan mana informasi yang benar dan yang salah. Untuk alasan inilah Paulus menasehati jemaat di Tesalonika untuk menguji segala sesuatu dan memegang apa yang baik dan menjauhi yang jahat *(ay. 21-22)).

MERENUNGKAN (M2)

Informasi yang kita miliki pada masa kini dengan dukungan teknologi internet menjadi lebih melimpah lagi. Persoalannya masih sama yaitu informasi yang benar dan yang salah berbaur menjadi satu. Nasihat Paulus kepada jemaat Tesalonika menjadi sangat relevan di zaman informasi saat ini. Kita perlu menguji apakah suatu informasi itu benar atau salah. Sayangnya ephoria limpahan informasi membuat kita ingin cepat dan pertama membagikan informasi, sehingga tidak ada waktu untuk menguji apakah suatu informasi itu benar atau salah. Terlalu cepat membuat kita kurang cermat. Moto “saring sebelum sharing” seharusnya menjadi moto generasi yang hidup di zaman ini. Jika tidak, maka kita akan menjadi orang-orang yang gagal bertahan di zaman ini karena tenggelam oleh lautan informasi. Karena itu, marilah kita menjadi orang yang bijaksana/berhikmat yang punya waktu untuk menguji informasi sehingga tahu informasi yang benar dan yang salah, memegang yang benar dan menjauhi yang salah.

MELAKUKAN (M3)

Nasehat rasul Paulus masih sangat relevan untuk kita jalankan yaitu “Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik” (maksudnya peganggalah kebenaran yang sejati yaitu Firman Tuhan) dan jauhlah dirimu dari segala jenis kejahatan (antara lain, berbohong, memfitnah, marah, menyebarkan hoax/fake news, dll). Hiduplah dalam komunitas sehat yang saling membangun dalam kebenaran.
Dan setiap penyataan, status social media, ekspresi, atau perkataan, sikap dan respon saringlah terlebih dulu kebenaran sebelum di-sharingkan (disebarkan luaskan) ingat setiap ekspresi atau penyataan kita bisa berdampak bagi banyak orang! Bahkan bisa menyakitkan banyak orang. So hati hati-hati dan bijaklah bersosial media!

MEMBAGIKAN (M4)

Mari jemaat Tuhan viralkan gaya hidup “saring sebelum sharing”, refleksikan semua yang ingin kita sampaikan dengan kebenaran Firman Tuhan. “Apakah yang kita sampaikan itu membangun atau justru menyalahkan orang lain dan kemudian meruntuhkan mereka”.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47