MINGGU : Contohlah Dia…

04 September 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Yohanes 4:19-30

A. PENGANTAR

Kisah hebat di dalam Yohanes 4, adalah inspirasi bagi semua orang yang hidup jujur dari pengalamannya yang indah dibalik kekelaman hidupnya. Perempuan ini tidak pernah berpikir untuk dapat menjadi saksi kehidupan kekal bagi orang-orang di sekitar wilayah tinggalnya, yang mana kebanyakan mereka mengenal perempuan ini sebagai sosok yang dapat disebut ‘tidak memiliki moral dan gaya hidup yang patut dicontoh’. Ketidakpercayaan kepada satu sosok yang Maha tahu tentang masa lalu dan masa kini dari perempuan ini, membuka kesempatan baginya untuk menemukan jalan keluar dan penyelamatan dari kehidupan yang tanpa harapan. Banyak orang menganggap rendah perempuan ini. Tetapi, sesuatu yang besar dan menjanjikan telah telah terjadi di dalam hidupnya.

Dewasa ini, berita negatif dan menyenangkan hati serta mengandung ketidakbenaran adalah sangat cepat dapat diteruskan ke mana saja. Bahkan dapat berpotensi dan sudah terjadi stigma atau kesimpulan tentang satu atau beberapa hal di tengah kehidupan masyarakat. Seperti itulah yang dialami perempuan dalam nats bacaan Alkitab hari ini. Tetapi sebaliknya tidak perlu waktu yang lama, perempuan ini dengan kejujurannya akan pertemuannya dengan Seorang Sosok yang bernama Tuhan Yesus, yang telah mengubahkan cara pandangnya tentang arti jati diri sejati sehingga mengubahkan dan memulihkan hatinya. Pengalamanya ini dengan cepat disebarluaskan di wilayah tinggalnya. Kekuatan pengalaman pertobatannya, dimana ada keyakinan tentang Kuasa Tuhan, membuatnya mau dan mampu serta berdaya dampak kepada orang-orang di wilayah tinggalnya untuk tertarik datang bertemu dengan Tuhan Yesus Kristus. Berita kebenaran ini dengan cepat meredam dan memalingkan pola pikir negatif banyak orang kepada perempuan ini, kepada Yesus Kristus. Kekuatan berita bohong memang dapat membentuk opini publik yang menyesatkan banyak orang (Seperti sikap dan pernyataan Mahkamah Agama terhadap KeTuhanan Yesus Kristus dalam Matius 26:55-60), tetapi dampaknya adalah merusak pikiran dan perasaan banyak orang yang menuju pada penyesatan massal. Sebaliknya, berita kebenaran tentang Ke-Tuhanan Yesus Kristus memiliki kekuatan pengaruh yang membawa pemulihan, bukan penghancuran pola pikir dan pola rasa manusia. Penyebaran berita kebenaran akan menghentikan dengan cepat berita negatif, tatkala berita itu disampaikan dengan hati yang jujur dan dari pengalaman yang terbukti.

Sebagai orang Kristen, kita dipanggil dan dilatih untuk memberitakan kebenaran bukan sebaliknya ke dalam dunia, karena Allah telah menganugerahkan kepada kita Roh Kebenaran untuk bersaksi tentang Tuhan (Yoh 16:13). Saatnya membudayakan semangat ini untuk membangun kebudayaan berkata benar dimana saja. Ujilah segala sesuatu dan alamilah kebenaranNya, maka kita tak berdaya untuk berkata bohong tetapi sebaliknya sangat berdaya untuk berkata ha-hal yang benar menurut Tuhan Yesus Kristus.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Bacalah : Yohanes 4:19-30

  1. Apakah yang dikatakan perempuan di tepi sumur tentang Yesus Kristus? (ayat 19,29)
  2. Apakah yang dilakukan perempuan itu setelah bertemu Yesus ? (ayat 28,29)
  3. Bagaimana respon orang-orang di kota setelah mendengar perkataan perempuan itu? (ayat 30)

B.2. MERENUNGKAN

Apakah yang dapat Anda pahami tentang perkataan yang benar dan penuh makna di dalam hal pengaruhnya kepada banyak orang?

B.3. MELAKUKAN (M3)

Kendalikan pikiran dan perasaan tatkala Anda meresponi semua bentuk berita hoaks di sekitar Anda dengan menceri tahu kebenarannya. Patutkah Anda meneruskan berita itu? Bendunglah keinginan untuk menularkan berita bohong dengan berdiam diri atau menyampaikan berita yang sesungguhnya. Belajar dari gaya dan tujuan perempuan di Samaria tersebut dalam hal penyebaran berita yang baik dan bermakna bagi kehidupan banyak orang.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Teruslah berkata-kata kebenaran Ilahi tanpa kenal lelah. Fokus dan penuh kasih adalah kekuatan untuk membangun orang lain sehingga tidak sempat bagi kita untuk berkata bohong.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47