JUMAT : Latihan Memupuk Hati Untuk Tumbuh Belas Kasihan

09 September 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor

A. PENGANTAR

Marilah kita perhatikan pengalaman Tuhan Yesus di dalam mempraktekkan belas kasihan kepada ribuan orang yang kekurangan makanan dan menyembuhkan orang sakit. Di balik peristiwa ini, ada beberapa hal yang dapat menolong kita dalam pembelajaran menumbuh kembangkan hati dan kemampuan dalam menujukkan kasih tanpa pamrih di dalam situasi kapan saja dan dimana saja. Dasar nya adalah kasih Allah kepada manusia di bumi, siapa saja dan dimana saja dan dalam keadaan apapun. Kasih Allah yang berupa belas kasihan adalah sifatNya yang sama dengan identitasNya, sehingga tidak bisa terlepas atau sengaja dilepaskan dari dirinya. Yesus Kristus adalah teladan terbaik bagi semua pengikutNya. Bagaimana dengan kita?

Mari berlatih. Dari Kisah ajaib memberi makan kepada lima ribu orang laki-laki. Semua dimulai ketika Yesus melihat sekumpulan orang yang sedang dalam permasalahan. Dari situ ada kebutuhan yang harus dipenuhi Yesus. Ada 3 langkah yang dapat kita pelajari yakni

  1. Perhatian
    Yesus yang penuh kasih, memiliki perhatian kepada orang-orang di tempat itu. Perhatian kepada orang lain adalah upaya untuk melihat dan menemukan kebutuhan yang perlu dipenuhi. Melihat bukan dengan mata jasmani saja, tetapi mata hati penuh kasih, itulah yang Tuhan Yesus tunjukkan. Kekuatan kasih dapat melihat kebutuhan terdalam dari seseorang atau kumpulan orang.
  2. Simpati
    Adalah ungkapan perasaan yang prihatin dan ada dorongan untuk membantu mereka. Simpati yang suci lahir dari kebenaran Ilahi yakni Kasihilah sesama mu manusia seperti diri mu sendiri (Mat 22:39).
  3. Belas kasih (empati yang benar tanpa motivasi ingin disebut orang baik dan darmawan). Yesus bukan saja simpati tetapi Dia dan para murid berusaha memenuhi kebutuhan orang-orang di situ untuk memenuhi kebutuhan lima ribu orang. Alkitab mengajarkan tentang memberi dari apa yang ada padamu. Tersedia 5 roti dan 2 ekor ikan. Benih ini dijadikan alat untuk terjadinya praktek berbelas kasihan secara ilahi, bukan secara manusiawi. Ada campur tangan Tuhan dalam proses ini. Akhirnya wujud belas kasih ini adalah terjawabnya kebutuhan banyak orang di sana. Kekuatan belas kasihan adalah kekuatan untuk memuaskan kebutuhan orang lain dengan cara Tuhan dan di dalam waktunya Tuhan.

Tidak ada alasan untuk tidak belajar menjadi seorang Kristiani yang berbelas kasihan kepada siapa saja, dimana saja dan kapan saja, sebab di dalam diri orang Kristen ada jaminan untuk berbelas kasihan yakni Kasih Bapa (Yoh 15:9). Anda pasti bisa.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Bacalah : Matius 14:13-21

  1. Apakah yang mendorong Yesus untuk memenuhi kebutuhan orang-orang di tempat itu? (ayat 14)
  2. Apakah yang Yesu katakana kepada para murid? (ayat 16-17)
  3. Apakah yang Yesus lakukan ? (ayat 18-19)
  4. Apakah semua orang mendapatkan roti untuk dimakan? (ayat 20)

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Perhatikanlah! Hidup berbelas kasihan itu bukan teori, tetapi tindakan penuh kasih yang terlatih. Hidup kita ini dirancang Tuhan untuk mampu memiliki dan mempraktekkan belas kasihan kepada semua orang. Resapilah apa yang sudah Tuhan Yesus perlihatkan kepada Anda di dalam Nats Bacaan Alkitab hari ini. Bagaimana Anda dapat mempratekkannya?

B.3. MELAKUKAN (M3)

Rencanakanlah 1 orang untuk Anda datangi dan memenuhi kebutuhannya. Ikutilah 3 langkan yang Tuhan Yesus perlihatkan, yakni miliki perhatian penuh, bersimpati dan bertindak dengan penuh kasih kepada mereka yang membutuhkan uluran tangan Anda saat ini.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Jangan lelah untuk berbagi hal-hal yang bersifat rohani maupun jasmani atau materi yang dapat diberikan kepada orang lain.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47