11 September 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Kolose 3:12
A. PENGANTAR
Setiap alat diciptakan dengan fungsi yang jelas dan bermanfaat. Pisau diciptakan untuk memotong, sendok digunakan untuk makan dan sebagainya. Setiap orang yang menerima Kristus di dalam hatiNya dan menjadikanNya sebagai Tuhan, maka orang tersebut secara fungsinya mampu berbelas kasihan kepada siapa saja dan dimana saja. Sebab Roh Allah di dalam diri manusia akan menjadi sumber hikmat dan kemampuan untuk mempraktekkan belas kasihan. Ketika kita menyadari akan identitas rohani kita, maka tentu kita akan menjadi terbiasa untuk menolong orang lain , memberi makan, mendoakan orang sakit, menasehati dan mendidik orang-orang untuk memiliki kehidupan yang benar dan berhasil.
Roh Allah menjadi jaminan untuk setiap orang Kristen membangun bukan saja kebiasaan tetapi kebudayaan ber-belas kasihan. Bayangkan jika di rumah kita sudah terbangun budaya berbelas kasihan, maka rumah kita akan indah,penuh kasih dan pertolongan. Tentu akan menjadi daya tarik bagi tetangga kita. Berbelas kasihan adalah bagian dari membangun Kerajaan Allah. Ketika kita membudayakan berbelas kasihan maka kita sedang membangun kerajaan Allah dimana kita berada.

Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. (Kol 3:12)
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Bacalah : Kolose 3:12
- Siapakah yang mengenakan belas kasihan? (ayat 12)
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Bagaimanakah cara Anda membangun budaya berbelas kasihan di rumah atau komunitas Anda saat ini?

B.3. MELAKUKAN (M3)
Teruslah berbuat baik kepada semua orang dan kapanpun, karena Allah menghendaki demikian.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Ceritakanlah manfaat yang Anda dapatkan ketika melakukan belas kasihan sebagai gaya hidup bersama orang-orang terdekat Anda!
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

