22 September 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Lukas 18:14
A. PENGANTAR
Hari-hari ini banyak orang tidak mencari Allah, tidak berusaha mengenal Allah dengan sungguh-sungguh bukan semata-mata karena kesibukan melainkan juga karena kesombongan. Merasa diri mampu hidup tanpa Allah, merasa diri baik-baik saja, semua bisnis atau pekerjaan berjalan lancar, merasa tidak terlalu penting berurusan dengan Allah, dst. Itu sebabnya seringkali Allah harus terlebih dahulu menghancurkan apa yang menjadi kesombongan kita, agar kita kembali menjadi orang yang mau merendahkan diri dan mencari Dia.
PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Lukas 18:14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”
Yakobus 4:10, Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.
1 Petrus 5:6, Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

Ayub 5:11 Ia menempatkan orang yang hina pada derajat yang tinggi dan orang yang berdukacita mendapat pertolongan yang kuat .
Ayub 22:29 Karena Allah merendahkan orang yang angkuh tetapi menyelamatkan orang yang menundukkan kepala!
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Umumnya, untuk berada diatas maka kita harus naik keatas bukan sebaliknya. Namun, bacaan FT kita hari ini mengajarkan kepada kita bahwa kita harus turun kebawah untuk dapat diangkat keatas. Ini adalah sebuah prinsip Alkitabiah. Kita harus merendahkan diri kita dan biarkan Allah saja yang mengangkat kita. Jika kita ingin ditinggikan oleh Allah, ingin mengenal Allah, ingin agar kuasa Allah menyelamatkan kita dan mengubah kita sepenuhnya maka pertama-tama kita harus turun kebawah. Dengan turun kebawah, maka kita sedang menanam akar kerohanian kita sehingga kehidupan rohani kita dibangun diatas landasan yang kuat. Tanpa landasan rohani yang kuat, kehidupan rohani kita tidak akan bertahan lama atau bahkan tidak memiiki kehidupan rohani sama sekali, dan tidak ada harapan untuk bertumbuh secara rohani.
Apakah landasan rohani yang kuat itu? yaitu ketika kita merendahkan hati kita kepada Allah. Hanya ketika kita merendahkan diri kita dihadapan Allah, kita akan sungguh-sungguh mencari Allah. Iman bermula dari tindakan merendahkan diri. Tanpa kerendahan hati, seseorang mencari Allah hanya sekedar seremoni saja. Hanya sekedar melakukan ritual beragama saja. Tidak ubahnya seperti orang beragama pada umumnya. Jadi untuk terus menerus memiliki landasan yang kuat, kita harus terus menerus juga memiliki kerendahan hati.

B.3. MELAKUKAN (M3)
Bagaimanakah kehidupan rohani kita saat ini? Apakah kita masih merasakan adanya pertumbuhan?jika tidak, mungkin saja kita tidak memiliki akar atau landasan yang kuat. Karena kita tidak mau turun kebawah, tidak mau untuk berakar kebawah. Maka kita harus mulai merendahkan hati kita kembali dihadapan Allah. Seperti sikap pemungut cukai dalam Lukas 18:13-14 yang dia sampai tidak berani menengadah kelangit karena tahu bahwa dia adalah orang berdosa. Tidak berani menengadah kelangit melambangkan perendahan diri sama seperti menundukkan kepala dalam Ayub 22:29. Demikian jugalah seharusnya kita. Benar kita sudah ditebus oleh darah Yesus, namun bukan berarti setelah itu kita tidak bergantung kepada Allah. Justru sebaliknya, kita terus menggantungkan hidup kita kepada Allah.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Saling berbagi ceritalah dan saling menguatkan dengan rekan komsel/saudara seiman tentang topik renungan hari ini.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

