SENIN : ALLAH SETIA DENGAN JANJINYA

26 September 2022

Penerbit: Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Ulangan 7:9 dan 2 Tim 2:13

PENGANTAR

Membuat janji itu hal yang mudah tetapi yang sulit adalah menepatinya. Persoalan ini kadang pernah kita alami. Kita sering beranggapan janji itu tidak cukup berarti tetapi bisa jadi bagi orang lain itu sangat dibutuhkan. Hampir semua orang mungkin pernah merasakan menunggu orang yang menjanjikan sesuatu pada kita, tapi kemudian entah alasan apapun, ia melupakan janjinya. Lalu ketika bertemu, dengan mudah orang itu, berkata: ”Aduh, maaf ya, saya lupa bahwa kita janji bertemu. maklum saya sibuk sekali“. Betapa jengkelnya kita saat itu. Sayangnya, pelajaran berharga ini terus terulang dan kita sendiri juga sering menjadi pelakunya. ”Tapi Janji tinggal janji hanya mimpi….” penggalan syair lagu jadul..

PEMBELAJARAN
MENEMUKAN (M1)

Bacaan renungan pagi ini Ulangan 7:9 _“Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan.”

MERENUNGKAN (M2)

Ayat Renungan mengatakan bahwa Allah kita adalah setia memegang janji-Nya. Allah akan dan pasti melakukan dan menggenapi setiap janji-Nya. Dikatakan oleh ayat tersebut supaya kita tahu dan percaya kesetiaan Allah tehadap janji Nya. Janji Allah itu diwujudkan bagi mereka yang berpegang pada perintah-perintah-Nya. jika kita renungkan, tentu ini adalah hal yang sangat wajar. Yang sering dan kebanyakan terjadi adalah manusia (kita) berharap dan menuntut janji Allah, tapi tidak berpegang kepada perintah-Nya. “Maunya hidup semau dan seenak udel kita”. Karena itu manusia sendirilah yang sebenarnya sedang berada dalam posisi tidak siap menerima janji-Nya karena mudah untuk mengingkarinya.
Dimasa sekarang ini sangat banyak orang yang tidak mampu memenuhi janjinya. Yang terjadi adalah kita yang selalu menuntut orang lain yang memenuhi janjinya. Ada banyak alasan yang selalu dibuat sebagai “pembenaran diri” tanpa memahami perasaan yang lain. Sehingga ketika tidak setia pada janji seolah hal yang sudah biasa. (katakan dalam hati, gue bingit ya Tuhan, gw mau sunguh-sungguh bertobat nih..)

MELAKUKAN (M3)

Maka, ketika kita berjanji dengan banyak orang, apalagi kelihatannya tidak terlalu menguntungkan bagi kita (tidak ada benefit langsung) sering kita gagal dan kemudian menganggap enteng. Mari kita pegang janji yang kita ucapkan, baik hal yang “remeh temeh” maupun tidak. Apalagi janji yang kita ucapkan untuk komitmen jangka panjang dan kepada Tuhan, dengan pasangan hidup kita misalnya, pegang janji itu sampai mati. ketika kita berjanji untuk pelayanan, lakukan dengan kesungguhan, ketika kita janji setia dengan pekerjaan/pelayanan lakukan dengan tanggungjawab sampai selesai. Tuhan sendiri selalu setia dan akan menggenapi janji Nya, jika kita setia pada perintah Nya, bahkan Allah akan tetap setia sekalipun kita tidak setia.(2 Timotius 2:13).

MEMBAGIKAN (M4)

“Tahukah Saudara, bahwa hutang itu boleh, yang gak boleh adalah tidak bayar hutang (ngemplang) hehehehe, so karena janji itu seperti hutang, ya lunasi janjimu kepada siapapun. Tuhan Yesus memberkati.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47