KAMIS : TUHAN TAK PERNAH LALAI

29 September 2022

Penerbit: Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Kejadian 21;1-7, 2 Petrus 3:9

B. PENGANTAR

“Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat”
(2 Petrus 3:9)

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Saat mengalami permasalahan, seringkali kita beranggapan bahwa Tuhan sudah melupakan atau telah meninggalkan kita._ Tetapi sebenarnya Ia sangat memperhatikan bahkan peduli dengan hidup kita. Tuhan tidak pernah lalai terhadap janji-Nya, ketika Dia berjanji semua pasti digenapi tepat pada waktuNya, kita harus dapat bersabar dan tekun dalam menanti janji Tuhan. Jadi dalam menghadapi apapun jangan pernah cemas, peganglah selalu janji Tuhan yang membawa kita kepada hidup yang penuh kemenangan. Jangan kuatir menghadapi persoalan hidup. Dia memiliki banyak cara untuk menolong kita. Oleh karenanya jangan pernah berhenti untuk berdoa, naikkanlah permohonan kepada Tuhan dengan tidak berputus asa. “Jangan pernah ragu, karena ketika kita ragu maka hal ini dapat menjadi penghalang atas jawaban doa kita”.

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Kisah yang kita baca pagi ini Kejadian 21:1-7, Tuhan menggenapi janji-Nya kepada Abraham bahwa ia akan memiliki keturunan. Dan janji Allah digenapi dengan lahirnya Ishak. Anak yang dilahirkan melalui Sara. Sebelum Ishak lahir, Sara sering mendapat cemoohan dari banyak orang yang meragukan bahwa ia akan melahirkan dan menyusui anak. Dan Allah memperhatikan keadaan Sara.
Penggenapan janji Allah kepada Abraham digenapi setelah 25 tahun lamanya. Hal ini menunjukkan dan merupakan bukti bahwa Allah setia, tidak lupa akan janji-Nya. Abraham dan Sara juga sudah berumur 100 tahun dan Sara sudah mati haid, menunjukkan kemahakuasaan dan kebesaran Allah yang tidak terbatas. Penggenapan janji Allah atau pengabulan doa hanyalah salah satu cara Allah membuktikan kesetiaan-Nya. Keajaiban Allah tidak terbatas oleh waktu. Allah yang setia tidak pernah lupa dengan janji-Nya, bahkan pada saat kita sudah melupakannya karena lelah menanti, putus asa dan kehilangan kesabaran serta pengharapan.

B.3. MELAKUKAN (M3)

Kita seringkali hanya memusatkan perhatian kepada janji Allah daripada Pribadinya Allah. Kita menuntut segera tergenapinya janji Allah dalam kehidupan kita. Dan seringkali ketika doa-doa kita belum dijawab Tuhan, kita mulai meragukan kebesaran dan kesetiaan Allah. Allah selalu setia menemani kita dalam berbagai peristiwa kehidupan, baik ketika yang menggembirakan atau yang menyedihkan. KALAU SAAT INI HIDUP KITA TERASA BERAT, KITA TAHU KITA TIDAK MENANGGUNGNYA SENDIRI, ADA ALLAH YANG MENEMANI KITA. Mari tetap setia kepada Allah karena Allah juga setia kepada kita

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Ceritakan kisah Anda ke banyak orang, bagaimana Allah tidak pernah lalai dengan janjiNya kepada kita.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47