11 Oktober 2022
Penerbit: Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Yakobus 2:17-22 (TB)
Setiap manusia dengan sadar atau tanpa menyadari, bisa beriman Kepada Tuhan, kepada harta benda, materi (uang/harta), kekuatan atau kekuasaan, atau kepada kekuatan/kemampuan dirinya sendiri. Setiap orang juga pada umumnya lebih mudah untuk mempercayai (beriman) kepada sesuatu yang bisa ia andalkan/harapkan menjadi penolong dan penyelamat dirinya pada saat kesusahan atau dalam kesulitan hidup.
Tetapi sejatinya, setiap anak Tuhan seharusnya bisa dengan segenap hati mempercayai firman Tuhan dengan melakukan kehendak Tuhan, menyelaraskan diri dengan Tuhan setiap waktu; bagaimanakah dengan kita hari ini? Apakah iman dan perbuatan kita telah selaras dengan rencana dan kehendak Tuhan?
MENEMUKAN
Yakobus 2:17-22 (TB), _17 Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. 18 Tetapi mungkin ada orang berkata: “Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan”, aku akan menjawab dia: “Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku.” 19 Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.

Pertanyaan:
- Iman seperti apakah yang disebut dengan Iman yang mati?
- Dapatkah dikatakan iman jika tanpa perbuatan?
- Percaya (beriman) seperti apakah yang setan-setan juga percayai?
MERENUNGKAN
Adalah mustahil untuk percaya (beriman) tanpa pengetahuan/pengenalan akan Allah, atau mendapatkan pengetahuan/pengenalan akan Allah jika tanpa iman.
Pada waktu seseorang mendengar firman Tuhan, firman itu akan masuk kedalam hati dan atau kedalam pikiran kita. Ketika firman masuk kedalam hati kita, maka firman itu akan bertumbuh subur membaharui hati kita; namun jika ia hanya tersimpan didalam pikiran atau pada logika (kognitif) kita, maka firman itu hanya akan menjadi bahan pertimbangkan, atau menjadi “iman logika” yang hanya akan dilakukan tergantung situasi, kondisi, suka atau tidak suka, tergantung kepada perasaan manusia kita;

MELAKUKAN
Karena itu, mari membuka hati dan pikiran kita untuk menerima setiap kebenaran firman Tuhan untuk mengalami dan menerima hikmat, kedalaman pemahaman (Inside) firman itu sampai iman kita tumbuh dalam pengetahuan/pengenalan akan Tuhan oleh kasih karunia pertolongan Tuhan.
Dan Tuhan mau agar setiap kita dapat memiliki iman di hati, suatu iman yang didasari oleh pengenalan dan pengetahuan akan Allah; yang tidak hanya sebatas “tahu” firman Tuhan, tetapi dengan sungguh-sungguh menghidupi dan melakukan kebenaran firman Tuhan serta mengasihi/menyukaiNya.
Temukanlah 2 atau 3 kebenaran firman Tuhan yang hingga hari ini masih menjadi hal yang paling berat/sulit untuk saudara lakukan! (Spt: Mengampuni, Bersyukur, dst..)
MEMBAGIKAN
Ceritakan pengalaman saudara untuk hidup sesuai firman Tuhan dalam hati, kata dan perbuatan.

