18 Oktober 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: Amsal 18:10-11; Mazmur 119:105
A. PENGANTAR
Di tengah perubahan yang ada kita butuh rambu-rambu agar kita dapat sampai kepada tujuan. Rambu-rambu atau nilai yang tidak berubah sebagai pedoman untuk tiba dengan selamat. Ibarat dalam pelayaran butuh mercusuar (lighthouse) yang merupakan sebuah bangunan menara dengan sumber cahaya di puncaknya untuk membantu navigasi perjalanan di laut, untuk menginformasikan tempat yang berbahaya, misalnya karang dan daerah laut yang dangkal. Juga berfungsi sebagai peringatan kepada kapal mengenai tempat yang berbahaya dan membantu dalam menentukan lokasi dan arah. Serta memberikan tanda adanya tempat yang harus dihindari seperti batu karang, ombak kuat, perairan dangkal, dan yang rawan kecelakaan.
Demikian juga dengan perjalanan rohani kita, ditengah kondisi perubahan yang sangat dinamis, kita butuh mercusuar secara rohani, bangunan yang kokoh yang tidak berubah oleh perubahan apapun yang akan memberikan terang bagi jalan kita, yang memperingatkan kita akan bahaya agar kita menghindarinya serta mengarahkan kita untuk sampai kepada tujuan yaitu hidup yang kekal. Nama Tuhanlah menara yang kuat buat kita dan firmanNya pelita dan terang bagi jalan kita, memandu kita untuk sampai kepada tujuan. Haleluya.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Amsal 18:10-11 Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat. Kota yang kuat bagi orang kaya ialah hartanya dan seperti tembok yang tinggi menurut anggapannya.
Dalam bacaan kita diatas: Siapakah menara yang kuat? Kemana orang benar mencari selamat?
Mazmur 119:105 Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.
Apa fungsi Firman Tuhan bagi kita?
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Seperti badai yang menerpa kehidupan, kita butuh pedoman atau rambu-rambu agar kita tidak tersesat. Kita butuh menara yang kuat, tempat bersandar, tempat berlindung. Kita ibaratnya sedang ada dalam sekoci yang mengarungi lautan penuh gelora, bagaimana kita terus berlayar dan air laut tidak masuk dalam sekoci dan menenggelamkan kita. Kita butuh rambu-rambu atau nilai agar kehidupan kita tidak tersesat atau keluar dari rencana Tuhan, hal-hal duniawi “air laut” jangan sampai masuk dalam bahtera kehidupan kita. Banyak orang keluar dari tujuan Tuhan, karena larut dengan perubahan yang ada. Kita dipanggil oleh Tuhan untuk sampai kepada tujuanNya yaitu kehidupan yang kekal. Kita tidak boleh tersesat atau menyimpang, mata rohani kita tidak menjadi kabur oleh karena silaunya gemerlap dunia ini, percayalah Tuhanlah Menara yang kuat, Tuhanlah mercusuar hidup kita dan FirmanNya menjadi pelita dan terang bagi jalan yang kita lalu. Bersama Dia kita akan selamat sampai ke seberang, kehidupan yang kekal.

B.3. MELAKUKAN (M3)
Teruslah berpegang kepada apa yang tidak berubah, peganglah nilai dan jadikanlah Firman Tuhan sebagai pedoman, mercusuar dalam menjalani hidup yang penuh dengan perubahan agar kamu tidak tersesat dan sampai selamat sampai tujuan. Percaya kepada Tuhan yang tidak diubah oleh apapun.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Bagikanlah berkat ketika Tuhan memberikan pertolongan di tengah tantangan yang saudara alami. Bagimana Firman Tuhan mememberikan jalan keluar dari permasalahan.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

