25 Oktober 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Yohanes 1:12-13
A. PENGANTAR
“Sebagai burung Rajawali yang naik ketempat tinggi, maka otomatis “burung-burung gagak” yang biasa dan senantiasa mengganggu atau mematuk bulu-bulu tubuh burung rajawali pun akan tertinggal dibawah (karena burung gagak tidak mampu/dapat terbang setinggi burung rajawali)
Ketika kita naik ke tempat lebih tinggi, maka itu akan membuat kita yakin bahwa kita dapat menanggung segala perkara di dalam Dia yang memberi kekuatan bahkan kita terbebas dari segala hal-hel “remeh/rendah’ yang mengganggu kita. Kita juga bisa terbebas dari masalah yang “remeh/recehan”.
B. PEMBELAJARAN
B1. MENEMUKAN (M1)
Allah melalui karya Roh Kudus, punya alasan untuk menaikan kita, anak-anakNya ke tempat yang tinggi (mulia), memindahkan kita dari kegelapan pada terangNya yang Ajaib, menjadikan kita pribadi-pribadi yang kuat dan mengubah sejarah (history making).

B2. MERENUNGKAN (M2)
Alasan yang pertama mengapa Roh Kudus mengangkat kita ke tempat yang tinggi dan mengalami kepenuhanNya?. Yaitu Untuk menjadikan kita anak-anak Allah (ada 3 alasan lain yang kita akan bahas dihari-hari berikut)
Yohanes 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya. Yang dimaksud “semua orang” dalam ayat tersebut adalah orang percaya yang menerima Yesus sebagai Tuhan. Sebagai orang percaya, kita diberi hak istimewa yaitu menerima kuasa. Kuasa tersebut akan mensahkan/melegalkan kita sebagai anak-anak Allah. Tanpa kuasa itu kita tidak bisa menjadi anak Allah. Kuasa itu adalah Roh Kudus. Tugas Roh Kudus adalah membawa kita kembali menjadi anak-anak Allah. Kata “kuasa” dalam ayat di atas, dalam bahasa Yunani ditulis “Ekssosia” yang berarti otoritas. Jadi dengan percaya kepada Yesus, maka kita menerima Roh Kudus, sehingga kita diberi kuasa / otoritas menjadi anak-anak Allah. Ingat loh ketika kita diberi kuasa otoritas sebagai anak-anakNya, kita juga memiliki dan menerima fasilitas yang Allah miliki. Coba kita semua bayangkan menjadi anak presiden bahkan anak gubernur saja, kita sudah bangga setengah mati, bagaimana kalau kita dijadikan anak Tuhan penguasa langit dan bumi?. Gimana ngak keren bingits tuh.
Tetapi ada tanggung jawab yang besar juga yang melekat atas kita sebagai anak-anak Tuhan, yaitu hidup yang serupa dan segambar dengan Tuhan, sepikir dan seperasaan dengan Dia, serta melakukan apa yang Bapa rindukan dan tetapkan dalam hidup kita. Menyatakan kabar baik bagi semua bangsa, kaum dan bahasa.

B3. MELAKUKAN (M3)
Peneguhan ayat diatas (Yohanes 1: 19) membawa kita percaya diri dan penuh keyakinan untuk menyatakan pada dunia bahwa kita adalah anakNya, yang siap menyatakan segala perbuatanNya yang gagah dan perkasa. Siap melakukan perkara-perkara yang dasyat, menyampaikan kabar keselamatan bagi banyak orang, menyembuhkan orang yang sakit, memulihkan hati yang terluka, membebaskan yang terikat, serta mengusir setan-setan. Mari sekarang kita praktekan semua pelayanan orang percaya ini dalam kehidupan kita di komunitas sel, di masyarakat, di kantor dan lingkungan terdekat kita.
Ingat ya kita adalah anak-anak Allah, SENG ADA LAWAN!
B4. MEMBAGIKAN (M4)
Mari jemaat Tuhan viralkan gaya hidup anak Allah, bagi setiap orang, baik saudara maupun teman-teman dan bagikan kebanyak orang tentang indahnya hidup sebagai anak-anak Allah yang penuh kuasa. Roma 8:14-15 menegaskan bahwa yang membuat kita berseru “ya Abba, ya Bapa adalah Roh Kudus, sehingga kita tidak akan malu untuk bersekutu dan mengalami kuasa dengan Tuhan. Sebab Roh Kudus telah memberi otoritas kepada kita untuk melakukan apa yang Allah inginkan dalam hidup kita.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

