KAMIS : MAJU TERUS & HIDUP TANPA PENYESALAN

19 Januari 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor

Bacaan : Kisah Para Rasul 20:24

PENGANTAR

Yang dimaksud dengan “hidup tanpa penyesalan” adalah hidup tanpa perasaan bersalah yang berlebihan. Penyesalan adalah perasaan yang sangat tidak menyenangkan. Tidak akan ada kebahagiaan jika kita terus dihantui oleh perasaan ini. Perasaan bersalah memang timbul karena kesalahan manusia sendiri. Jika hari ini kita masih menyimpan perasaan seperti ini, serahkan ke Yesus. Itulah sebabnya Tuhan Yesus mati di kayu salib untuk mengampuni dosa dan pelanggaran kita. Tidak peduli jika dosa kita merah seperti kain kirmizi, Tuhan Yesus akan mengubahnya menjadi putih seperti salju jika kita menghadap kepada-Nya dengan tulus hati. Dia juga yang akan membasuh dan menyucikan kembali hati kita dari perasaan tertuduh.

PEMBELAJARAN
MENEMUKAN (M1)

Paulus mengajarkan prinsip kebenaran ini kepada kita. Paulus adalah seorang rasul yang sebelumnya merupakan seorang yang memiliki banyak dosa. Dia dahulu merupakan seorang pembunuh, pembenci Tuhan yang sangat giat, dan menganut hukum taurat tanpa cacat cela. Ada banyak hal yang patut menghantui (traumatis) Paulus, tetapi dia memegang sebuah prinsip kebenaran sejak dia berjumpa dengan Tuhan.

MERENUNGKAN (M2)

Paulus terus Belajar dan Berubah. Paulus sebelumnya merupakan ahli Taurat yang perfeksionis, tetapi sejak berjumpa dengan Kristus dia dapat berlapang dada untuk menerima kelemahannya dan kasih karunia. Perfeksionis bukanlah buah roh. Perfeksionis bisa menjadi berbahaya, karena merasa sempurna, bisa menjadi sombong, sedangkan pada saat tidak sempurna, dia bisa menjadi minder. Banyak orang tidak bisa menerima dirinya karena terlalu menuntut diri sendiri, padahal Tuhan tidak menuntut kita demikian. Lawan kata perfeksionis bukanlah tidak sempurna, tetapi terus belajar dan berubah. Sekalipun lambat, Tuhan akan menunggu kita, bahkan menolong, dan membantu kita. Kalau kita jatuh, cepatlah bangkit. Yang penting adalah sikap untuk terus belajar dan berubah.
Mengampuni dan Melupakan Paulus bisa ‘move on’. Namun, banyak orang kesulitan untuk mengampuni dan melupakan diri sendiri dan orang lain. Jika kita tidak bisa move on, kita akan terikat dengan masa lalu dan kemungkinan besar kita jatuh ke dalam lingkaran setan, yaitu hidup dalam trauma. Kita akan susah untuk melangkah dan maju.
Fokus pada Kemenangan “Moving on” tidak hanya lari meninggalkan dosa atau kesalahan, tetapi lari kepada sebuah tujuan. Percayalah bahwa apapun kerugian, kesalahan, penyesalan kita di masa lalu, ingatlah bahwa Kristus adalah Sang Penebus. Jika kita lari ke arah Tuhan, Tuhan bisa kembalikan dengan cara-Nya. Larilah kepada Roh Kudus, karena Dia yang akan menolongmu.
Berlarilah pada tujuan, fokuslah pada kemenangan, jangan hitung kerugian di belakang. Jangan ingat kesalahan orang lain. Masa depan kita masih ada.

MELAKUKAN (M3)

Fokuslah pada perbuatan Tuhan ke depan. Arahkan seluruh mata rohani kita tertuju pada perbuatan Tuhan ke depan. Tuhan belum selesai dengan kita. Apapun yang terjadi, belajar untuk menyadari Tuhan menyertai kita. Hidup kita aman di tangan Tuhan. Dan percayalah mujizat itu ada.

MEMBAGIKAN (M4)

Mari jemaat Tuhan arahkan hidup untuk selalu bertumbuh dan bergerak (moving forward), tantangan pasti tetapi kasih karunia Allah lebih besar dari apapun yang dapat menghalangi kita.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47