10 Februari 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: Markus 14:32-38
A. PENGANTAR
Mari kita simak sebentar apa yang diungkapkan Daud dalam doanya kepada Allah,
Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. (Mazmur 27:4)
Daud ingin sekali terus berada dalam satu kedekatan yang dalam dan kuat dengan Allah dengan tujuan untuk menyaksikan kemurahan Tuhan dan menikmati atau menanyakan Tuhan tentang FirmanNya. Daud mengerti akan arti tujuan dan manfaat hidup dalam penyertaanNya. Bukan saja pada waktu dikejar-kejar musuh, tapi dalam keadaan senangpun itu terjadi.
Salah satu bentuk keintiman dengan Tuhan adalah doa. Tuhan Yesus pada saat berada di Taman Getsemani, Dia berdoa dengan sangat sungguh-sungguh dan juga mengingatkan agar para muridNya juga berdoa. Kenapa? Karena doa adalah satu bentuk menjaga diri agar tidak jatuh dan terjebak dengan pencobaan. Sekalipun Yesus adalah Tuhan, kebiasaan komunikasi intim dengan Bapa Surgawi dilakukanNya. Komitmen ini mengajarkan bahwa ketika seorang Kristiani masuk dalam doa yang intim dengan Tuhan, maka akan didapatkan satu kekuatan dan perlindungan terhadap diri sendiri tatkala kita sedang dirongrong dengan berbagai bentuk tekanan, rintangan, halangan dan permasalahan kehidupan. Salah satunya adalah bidang ekonomi. Bidang ini dipakai Yesus untuk membandingkan diriNya dengan mammon dan kemudian meminta para murid untuk memilih Yesus Kristus atau mammon (kecintaan pada harta duniawi). Tentulah tidak mudah untuk mengatasi kondisi ini. Begitu banyak jebakan di dalamnya yang dapat membawa manusia hanyut ke dalam keterikatan pada mammon.

Semakin kita masuk ke dalam hubungan rohani yang dalam dengan Tuhan, maka semakin tahulah bahwa kita memiliki sangat banyak kelemahan. Tetapi ketika kita melanjutkan doa, maka sudah berang tentu, Tuhan akan memberikan jalan keluar yang tepat dalam waktu yang tepat. Setelah itu, barulah kita membuka mata jasmani lebar-lebar untuk menatap permasalahan kita dengan yakin dan percaya bahwa solusi yang benar sudah ada. Makin dalam mengenal Tuhan, maka cara berpikir dan bertindak kita akan semakin relevan dengan prinsip-prinsip Alkitab, sebagai firman Allah. Sebaliknya jika waktu doa pribadi sangat minim dari kegiatan lain, maka sudah pasti, maka prinsip-prinsip duniawi akan menggerogoti pola pikir kita sehingga keputusan-keputusan yang dibuat cenderung bersifat kedagingan. Itulah yang dimaksudkan Tuhan Yesus kepada murid-muridNya ketika Dia sedang berdoa di Taman Getsemani.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Bacaan: Markus 14:32-38
- Apakah yang Yesus lakukan ketika tiba di Taman Getsemani? (ayat 32)
- Apakah yang Yesus katakana kepada para murid? (ayat 37)
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Apakah maksud perkataan Yesus kepada para murid ketika berada di Taman Getsemani (ayat 37)? JIka Anda memposisikan diri sebagai murid Yesus waktu itu, bagaimana sikap Anda ketika Yesus menasehatkan mereka untuk berdoa? Apakah arti doa dan berjaga-jaga untuk Anda?

B.3. MELAKUKAN (M3)
Tetapkanlah jadwal doa pribadi yang rutin. Jadikanlah itu prioritas tertinggi dalam hidup Anda.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Sebarkanlan pengalaman doa Anda ketika Anda tak berdaya menghadapi semua bentuk permasalah diri Anda.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

