25 Februari 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : 2 Timotius 3:16-17, Yudas 3, Galatia 1:8
PENGANTAR
Manusia modern terus menerus menanyakan Ketuhanan Kristus, sehinga meminta bukti-bukti baru akan hal tersebut.
PEMBELAJARAN
Pertama-tama, kita akan menyoroti isi Alkitab. Berbeda dengan banyak tulisan lainnya, Alkitab secara mutlak menyatakan bahwa apa yang tertulis di dalamnya adalah Firman Allah. Kebanyakan orang yang menaruh perhatian yang besar tentang keilahian (ketuhanan) Kristus dan menerima Alkitab sebagai wahyu dari Allah. Jadi untuk tujuan ini, kita akan memandang Alkitab dapat diandalkan kebenarannya, baik secara historis maupun sebagai firman Allah kepada kita dan satu-satunya tolok ukur yang benar untuk menetapkan apakah Kristus adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia, atau bukan.

MENEMUKAN (M1)
Ada yang mengatakan bahwa dari abad ke abad Alkitab telah menjadi semakin tidak meyakinkan keasliannya. Jadi perlu adanya wahyu-wahyu baru. Pendapat tersebut tidak dapat dibenarkan. Ada lebih dari 24.600 naskah Perjanjian Baru yang lengkap atau sebagian-sebagian. Andaikata semua naskah Perjanjian Baru itu lenyap pun, kita masih dapat menghimpun semua tulisan Perjanjian Baru, dari tulisan bapa-bapa gereja yang mula-mula, yang semuanya ditulis sebelum tahun 325 Masehi. Para pakar sejarah yang bukan Kristen pun harus mengakui bahwa dengan segala patokan ilmiah dan sejarah yang dipakai, untuk memeriksa kebenaran dokumen kuno mana pun.
MERENUNGKAN (M2)
Alkitab dengan tegas menyatakan bahwa apa yang tertulis di dalamnya merupakan patokan mutlak untuk menetapkan hal-hal doktrin keilahian Kristus. 2 Timotius 3:16-17, “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.” Bagi orang-orang Kristen, setiap buku, tulisan, atau pengajaran yang bertentangan dengan isi Alkitab haruslah ditolak. Alkitab sangat menekankan hal ini. Yudas 3, “Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus.” Jadi Alkitab tidak menerima ajaran-ajaran lain yang akan mengubah atau menambah isi Alkitab.
Galatia 1:8, “Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari surga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.”

MELAKUKAN (M3)
Jika ada sumber-sumber lain yang mengaku sebagai wahyu ilahi, sebagaimana halnya Alkitab, maka sumber-sumber itu harus diuji kebenarannya berdasarkan Alkitab. Allah tidak dapat bertentangan dengan diri-NYA sendiri. Oleh karena itu, apapun yang dinyatakan oleh seorang pembicara atau penulis yang mengaku mendapat wahyu ilahi, tidak dapat bertentangan dengan Alkitab yang kita tahu benar adanya. Jika pernyataan mereka bertentangan dengan Alkitab, maka jelaslah bahwa mereka tidak berbicara atas ilham dari Allah, baik secara lisan maupun tertulis.
MEMBAGIKAN (M4)
Sampaikan kebenaran hari ini kepada siapapun, bahwa Alkitab adalah Firman Allah, dan menjadi patokan utama tentang keilahian Kristus. Sekalipun ada orang yang meragukannya dan memerlukan bukti-bukti yang lain.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

