20 Maret 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Sangatlah penting untuk MERASA CUKUP ditengah-tengah dunia yang sedang terus bergerak ke arah gaya hidup mewah (hedonisme) yang menampilkan kesan wah, keren, kaya dengan penampilan barang-barang “branded” sebagai suatu UKURAN atau lambang sukses dan keberhasilan yang seakan-akan “perlu” dicapai dan dibanggakan; dan untuk itu telah membuat banyak orang terjebak dengan kemewahan palsu, dosa ketamakan dan keserakahan.
Disisi yang lain ada juga yang merasa hidupnya tidak diberkati karena hidup dalam keterbatasan, pas-pasan atau kekurangan, padahal UKURAN diberkati bukanlah berdasar pada banyaknya uang, materi atau barang, atau jabatan yang dimiliki, TETAPI bergantung kepada sudut pandang dan sikap hati kita yang selalu BERSYUKUR dan PUAS dengan Kristus, sebab _“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4: 13).

MENEMUKAN (M1)
*Ams 30:7-9 TB, Dua hal aku mohon kepada-Mu, jangan itu Kautolak sebelum aku mati, yakni: Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.
Pertanyaan:
- Dua hal apakah yang Agur minta untuk Tuhan jauhkan dan tang tidak Tuhan berikan pada dirinya?
- Hal-hal apakah yang Agur takutkan kalau kenyang, dan yang takut ia lakukan kalau ia miskin?
MERENUNGKAN (M2)
Sebelum mati Agur bin Yake MEMINTA kepada Tuhan agar dijauhkan dari kecurangan dan kebohongan; dan tidak diberi kemiskinan atau kekayaan, karena MERASA telah begitu banyak menghabiskan hidupnya untuk memuaskan keinginan, hawa nafsu untuk bersenang-senang sampai kehabisan tenaga; dan bahkan MERASA lebih bodoh dari pada orang lain, tanpa pengertian yang benar dan hikmat telah menggunakan waktu dan kesempatan dengan bersenang-senang dalam pergaulan yang merusak persekutuannya dengan Tuhan; NAMUN, meminta untuk dibiarkan menikmati makanan yang menjadi bagiannya karena ingin belajar bersyukur dan belajar menerima ketetapan Tuhan, menerima apa yang jadi bagian yang Tuhan sediakan baginya.

MELAKUKAN (M3)
Pada akhirnya, dari penuturan Agur yang meminta agar dibiarkanlah menikmati makanan yang menjadi bagiannya adalah satu pembelajaran berharga buat kita agar dalam keadaan Kekurangan ataupun Kelimpahan tetap dapat bersyukur dan merasa cukup karena percaya akan kasih dan pemeliharaan Tuhan.
Dalam Kekurangan atau Kelimpahan mari teruslah setia untuk menaikkan syukur kepada Tuhan.
MEMBAGIKAN (M4)
Ceritakanlah pengalaman saudara saat tetap bersyukur di tengah situasi kekurangan atau kelimpahan.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

