SELASA : BUAH ROH (2)

28 Maret 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: Galatia 5 :22-23

PENGANTAR

Dikatakan bahwa tidak ada hukum yang menentang buah Roh, artinya sembilan rasa atau karakter yang muncul dari Buah Roh itu akan membawa keharmonisan dalam kehidupan kita, harmonis dengan Tuhan, sesama (lingkungan) dan diri sendiri. Apabila kita hasrmonis dengan ketiga hal diatas akan ada kedamaian dan kita terhindar dari hukuman apapun. Kata Harmoni (dalam bahasa Yunani: harmonia, berarti terikat secara serasi/sesuai). Harmoni berarti ada kerja sama antara berbagai faktor dengan sedemikian rupa hingga faktor-faktor tersebut dapat menghasilkan suatu kesatuan yang luhur dalam ketertiban. Jadi hidup kita akan tertib apabila kita dikuasai oleh Roh dan buah Roh itu nyata dalam kehidupan kita.
Harmoni dengan Tuhan dicerminkan oleh Kasih, sukacita dan dami sejahtera, kita bisa bergaul intim dengan Tuhan ketika hal ini kita miliki. Dengan sesama kita harus bertumbuh mempraktekkan, kesabaran, kemurahan, kebaikan dan dengan diri sendiri kita harus punya komitmen untuk kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Satu rasa akan berakibat buruk jika tidak diimbangi oleh rasa yang lainnya, hubungan tidak akan harmonis jika tidak diimbangi dengan hubungan yang lainnya. Buah Roh membawa kita bisa menerima diri sendiri, dewasa dalam persekutuan dan terus intim dengan Tuhan.

PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Galatia 5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
Dari ayat di atas, apa yang Tuhan peringatkan kepada kita?
Apa jadinya kita murah hati tanpa kasih, atau kebaikan tanpa menguasai diri?
Kenapa tidak ada hukum yang melarang buah Roh?

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Sekali lagi permasalahan yang timbul dalam kehidupan kita sehari-hari bukan karena besarnya tetapi karena kita tidak meresponnya dengan baik. Buah Roh mengajar kita untuk merespon segala sesuatu dengan benar. Apapun yang kita hadapi, respon kita haruslah dengan buah Roh yang lengkap agar semuanya harmonis, sembilan citra rasa buah itu harus ada membungkus setiap perilaku kita. Masalah kita harus hadapi dengan penuh kesabaran yang diikuti dengan 8 citra rasa yang lainnya, jangan sabar tanpa kebaikan, atau sabar tanpa sukacita. Misalnya, bagaimana jadinya kita memberi tanpa sukacita, tanpa damai sejahtera dsb. Kita harus selalu memastikan apakah hubungan kita dengan Tuhan dalam keadaan baik, hubungan kita dengan sesama dan pemulihan gambar diri kita sudah baik, semuanya itu bisa kita ketahui melalui buah Roh yang ada dalam hidup kita. Apakah buah Roh itu memancar senantiasa, setiapa hari dalam hidup kita.

B.3. MELAKUKAN (M3)

Buatlah keputusan pada hari ini untuk selalu intim dengan Tuhan, dan mengalami hubungan yang baik dengan sesama, serta mengalami pemulihan gambar diri (menerima dan bersyukur bahwa hidup kita spesial berharga di dalam Tuhan).

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Sampaikanlah dalam komsel bagaimana caranya agar buah Roh itu selalu tercermin melalui hidup kita dan menjadi kesaksian bagi banyak orang, melalui semua keadaan yang kita alami.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47