KAMIS : HATI-HATI BUAH PALSU

30 Maret 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Matius 7:15-23

PENGANTAR

Ingatlah bahwa buah Roh dengan 9 rasa adalah nyata, dapat dinikmati dan dirasakan oleh kita sendiri dan orang yang ada disekitar kita, mereka dapat merasakan dan menikmatinya, ini adalah buah yang sungguh ada. Buah sejati akan mencerminkan rasa seperti karakternya. Seperti buah mangga, jeruk, anggur ada rasanya. Hati-hati dengan buah palsu, buah hias-hiasan atau buah pajangan buah artificial, memang tampilannya begitu mulus tanpa cacat, jangan tertipu atau jangan coba-coba memakannya, nanti diketawain sama yang lihat. Juga hati hati dengan buah yang busuk, di luar kelihatan bagus tetapi setelah dimakan mengecewakan. Buah Roh harus mengeluargan “9 karakter” dan ini hanya bisa dihasilkan oleh Roh Kudus.
Apapun usaha atau upaya manusia tanpa ROH KUDUS, tidak akan bisa untuk menghasilkan rasa atau karakter dengan 9 rasa sekaligus, paling hanya beberapa diantaranya itupun sifatnya sementara sesuai dengan kondisi dan waktu. Kondisi atau situasi berubah rasa itu akan berubah, atau waktunya tidak mendukung karakter atau rasa itu akan hilang lenyap, inilah gambaran dari citra rasa yang palsu. Ketika kita berhubungan dengan pribadi yang seperti ini, kita bisa kecewa atau sebaliknya kita memiliki karakter seperti ini orang disekeliling kita bisa kecewa, karena apa yang kita praktekkan adalah sesuatu yang palsu atau keluar dari daging. Roh Kuduslah yang memampukan kita untuk dapat merespon segala sesuatu dengan : kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Dari buahnya kita akan mengenal siapa sebenarnya orang itu.

PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Mat 7: 15 “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. 16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri.
23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”
Dari ayat tersebut diatas:
Dari ayat 15: Bagaimana sikap kita terhadap nabi-nabi palsu?Apa yang harus kita lakukan?
Dari ayat 16: Darimana kita bisa mengenal mereka?
Dari ayat 23: Apa akibatnya kalau tidak sesuai dengan yang Tuhan kehendaki?

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Setelah membaca perikop diatas, Tuhan memperhatikan dan menilai kehidupan kita, apakah sesuai dengan kehendakNya atau tidak. Tuhan dapat membedakan mana yang asli dan mana yang palsu. Bisa saja, sama-sama melakukan hal yang sama menurut ukuran manusia, tetapi dimata Tuhan berbeda, Bisa saja meneriakkan kata yang sama “misalnya Tuhan, Tuhan, Tuhan”, tetapi BAPA di sorga dapat membedakan mana teriakan yang sungguh-sungguh mana teriakan yang palsu. Kita juga dapat memahami atau menyadari, apakah teriakan kita itu sungguh untuk kemuliaan Tuhan atau untuk diri kita sendiri, apakah teriakan kita itu sungguh bukti ketaatan dan kesetiaan kita kepada Tuhan atau hanya ikut-ikutan atau latah. Atau kita hanya mencari Tuhan pada saat kita dalam keadaan bahaya, atau kita butuh Tuhan untuk cari untung atau untuk kepentingan kita sendiri? Dengan tinggal tetap di dalam Tuhan kita akan menghasilkan buah yang sejati, buah Roh Kudus. Haleluya.

B.3. MELAKUKAN (M3)

Buatlah keputusan untuk terus tinggal didalam Tuhan dan menghasilkan buah Roh Kudus. Dan teruslah belajar firman Tuhan agar bisa membedakan mana ajaran yang benar dan palsu, tidak ikut larut dalam ajaran nabi-nabi palsu.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Bagikanlah kepada saudaramu bagaimana bisa membedakan mana ajaran yang benar sesuai dengan firman Tuhan, mana ajaran yang palsu. Selanjutnya ajaklah untuk berpegang teguh kepada yang sejati yaitu “Berpusat Pada Kristus”.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47