05 April 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Matius 13:44-46
A. PENGANTAR
Ketika tetangga ibu saya baru pulang dari luar negeri, dia mengoleh-olehi sebuah bros. Dengan senang ibu menerimanya, tetapi dibiarkan tergeletak sembarangan, karena itu hanya sebuah ‘oleh-oleh’ yang pastinya senilai cinderamata. Beberapa minggu kemudian, tetangga itu bermain lagi dan berkata: “Aduh, saya lupa jeng, bros oleh-oleh saya dulu itu dari emas asli lho, kebetulan sedang diskon”. Setelah tamu itu pulang, hebohlah ibu mencari dimana bros itu disimpan. Ini menggambarkan bahwa kita seringkali menilai sesuatu berdasarkan pola pikir kita. Jika kita pikir bahwa barang itu mahal, pasti akan dijaga dan disimpan baik-baik. Demikian pula sebaliknya.
Demikian pula cerita tentang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setalah ditemukan, dia menjual semua miliknya demi membeli mutiara itu. Dia tidak sayang harus menjual segala miliknya karena dia mendapatkan yang lebih baik dan mulia. Bukankah firman Tuhan juga seperti mutiara yang mahal dan sangat berharga?

Mari kita renungkan seberapa penghargaan kita terhadap firman-Nya. Sikap hati kita terhadap firman Tuhan adalah bentuk penghargaan kita. Jika kita menganggap itu adalah hal yang paling berharga, pastilah kita kejar dan berani bayar harga. Hidup dalam iman adalah menantikan kenyataan Ilahi dalam kehidupan sehari-hari, dari yang tidak kelihatan menjadi kelihatan dengan mata jasmani. Semua dimulai dari bersikap benar dan menghormati setiap perkataan firman Allah sekalipun akal kita belem memahaminya. Sekalipun juga sepertinya perkataan berkat dari FirmanNya tidak sesuai dengan realitas hidup Anda saat ini. Itu sebabnya ketika Anda memutuskan untuk totalitas hidup dalam iman, maka Anda sedang mengejar janjiNya yang sudah tersedia untuk Anda. Pencapaiannya hanya sebatas iman Anda yang kokoh dan teruji.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1).
Bacaan: Matius 13:44-46)
- Seperti apakah hal kerajaan Allah itu? (ayat 44)
- Apakah bentuk tanggapan orang yang disebutkan dalam ayat 44?
- “Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga…. (ayat46)
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Cerita dalam nats di atas, sebenarnya orang tersebut belum melihat mutiara yang sangat berharga itu. Sebagian besar barangkali masih tersimpan dalam tanah. Tetapi ada satu keyakinannya. Sama seperti dalam ayat 44, ada keyakinan dan tindakan untuk menjual seluruh miliknya demi untuk membeli ladang yang baginya memiliki nilai sangat tinggi. Bagaimana Anda memahami perumpamaan ini tentang kerajaan Allah? Bagaimana kaitannya dengan realitas kehidupan Anda?

B.3. MELAKUKAN (M3)
Pikirkanlah , apakah yang dapat Anda lakukan sebagai bentuk iman Anda terhadap satu janji Tuhan untuk hidup Anda, dimana pada saat ini janji Tuhan tersebut belum terjadi?
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Teruslah berbagi kisah nyata tentang satu pengalaman iman Anda.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

