renungan minggu

MINGGU: MENGENAL DIA DENGAN BENAR

16 April 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: Lukas 24:13-35

PENGANTAR

Ini adalah satu kisah yang luar biasa ada dua orang sedang berjalan dari Yerusalem ke kampong Emaus, kedua murid ini dengan penuh semangat dan sangat antusias membicarakan apa yang terjadi, yaitu Kebangkitan Yesus. Intinya apa yang terjadi kepada Yesus tidak seperti yang mereka harapkan dan perkirakan, karena menurut mereka Yesus tidak mungkin dihukum, disalibkan dan mati. Mereka pasti sudah mendengar pesan Yesus perihal ini semua karena ke dua orang ini disebut murid Yesus. Ternyata kalau hanya mendengar dan sebatas tahu dan membicarakannya belum tentu mengenalNya dengan benar. Melihat dengan benar bukan hanya ditentukan oleh mata yang sehat, tetapi perlu menyingkirkan penghalang. Yesus mendekati kedua orang itu, tetapi karena masih ada penghalang mereka tidak bisa untuk melihat dengan benar dan penghalang itu harus disingkirkan. Kedua murid itu sangat memahami apa yang terjadi, tetapi karena ada penghalang mereka tidak bisa melihat Yesus. Penghalangnya adalah persepsi mereka tentang Yesus pada ayat 21 “padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel…”. Mereka menganggap bahwa apa yang mereka bicarakan sudah benar, tetapi Yesus mengatakan bahwa mereka adalah orang bodoh. Penghalang yaitu persepsi yang kita bangun bukan berdasarkan kebenaran akan membuat kita menjadi bodoh. Penghalang ini harus disingkirkan dan yang bisa menyingkirkannya hanyalah Tuhan sendiri. Ketika penghalang itu disingkirkan mereka dapat mengenal Yesus yang sudah bangkit dari kubur dan mereka antusias untuk menceritakannya.

PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1).

Lukas 24:16 Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.
 Lukas 24:21 Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel.   Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari,   sejak semuanya itu terjadi.
 Lukas 24:25 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi!
Lukas 24:30 Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya v  dan memberikannya kepada mereka. 24:31 Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka.
Menurut ayat 16: Kenapa mereka tidak dapat mengenal Yesus?
Menurut ayat 21 : bagaimana pendapatmu tentang harapan kedua murid Yesus tersebut?
Menurut ayat 25 : kenapa Yesus menyebut kedua murid tersebut “orang bodoh”
Menurut ayat 30-31: Bangimana mereka bisa mengenal Yesus.

B.2. MERENUNGKAN (M2).

Terkadang kita bisa merasa rendah diri atau merasa tidak berharga karena tidak memiliki pengetahuan yang luas atau tidak sekolahan seperti orang lain, atau sebaliknya kita menjadi merasa lebih hebat dari yang lain ketika kita memiliki pengetahuan atau sekolahnya tinggi. Kisah yang kita baca menjelaskan bahwa pengetahuan tentang peristiwa tentang Yesus tidak menjadi jaminan untuk mengenal Yesus. Dengan jelas digambarkan mengenal Yesus bukanlah ditentukan oleh seberapa banyak kita tahu tentang cerita atau pengetahuan tentang Yesus. Maksudnya bukanlah berarti pengetahuan itu tidak penting, itu penting dan kita harus terus belajar untuk menambah pengetahuan.
Pengetahuan tidak akan bisa membawa kita sampai kepada Tuhan. Yesus sendirilah yang mendatangi kedua orang itu, dan Yesus sendirilah yang membuat mereka bisa mengenal Yesus, dengan cara membuang atau menyingkirkan yang menghalangi mata mereka. Sehebat apapun pengetahuan kita, kalau penghalang itu belum disingkirkan kita tidak akan bisa mengenal Yesus dengan benar. Setiap manusia punya penghalang yang berbeda-beda untuk dapat mengenal Yesus dengan benar. Penghalang ini akan membuat kita putus asa dan kehilangan arah serta tidak ada gairah untuk menjadi murid Kristus. Yesuslah yang membuka mata kedua murid dan setelah itu mereka dapat mengenal Yesus yang sudah bangkit dan mereka sangat antusias untuk mengabarkan apa yang mereka alami tentang Yesus. Penghalang yang terbesar adalah konsep atau cara berpikir kita yang salah tentang Yesus, konsep lama ini harus disingkirkan dan digantikan dengan konsep yang baru yaitu mengenal Yesus dengan benar.

B.3. MELAKUKAN (M3).

Sadarilah sebesar apapun pengetahuan kita tentang Yesus, kita tidak akan bisa mengenal Yesus dengan benar, apabila semuanya itu didasari dengan konsep yang salah yang lahir dari persepsi kita sendiri, bukan berdasarkan apa yang Tuhan maksudkan. Berpusat kepada diri sendiri adalah penghalang terbesar untuk mengalami Tuhan. Mari buatlah keputusan untuk terus berpusat kepada Kristus, dan biarlah Tuhan menyingkirkan penghalang untuk mengenal Dia dengan benar dari kehidupan kita. Temukan apa yang menjadi penghalang? Datang kepada Tuhan, Dia akan menyingkirkannya. Haleluya.

B.4. MEMBAGIKAN (M4).

Ceritakanlah kepada saudaramu apa yang menjadi penghalang dalam hidupmu untuk mengenal Yesus dan bagaimana Yesus menyingkirkan penghalang tersebut.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47