01 Mei 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: Keluaran 33:12-13
A. PENGANTAR
Kasih karunia adalah satu pemberian sepihak dari Allah kepada manusia, dimana manusia itu berkenan di hati Tuhan. Banyak contoh tokoh di Alkitab yang mendapatkan kasih karunia Allah, diantaranya Musa. Bagi Allah kasih karunia adalah pemberian istimewa dari Allah kepada manusia pilihanNya dengan tujuan agar manusia itu mampu mengerjakan amanat dari Tuhan. Dari sudut pandang manusia, kasih karunia adalah kesanggupan untuk melihat semua aspek kehidupan dari sudut pandang Allah dan janji-janjiNya. Persoalannya adalah manusia memiliki banyak sekali keterbatasan dalam menggunakan sudut pandang kasih karunia Allah di dalam menilai semua bentuk berkat dan permasalahan yang dialaminya.
Musa mengalami situasi sulit dalam fase kehidupannya, dimana pada saat Musa dipilih Tuhan untuk menjadi pemimpin bangsa Israel untuk keluar meninggalkan Mesir menuju Tanah Kanaan. Kesulitan Musa adalah melihat tanggung jawab sebagai pemimpin bangsa Israel untuk keluar dari Mesir, sebagai bentuk pilihan istimewa Tuhan terhadap Musa. Secara manusia Musa dinilai memiliki kelemahan dalam berbicara tegas dan jelas. Juga dalam sejarah hidupnya, dia pernah membunuh seorang Ibrani pada waktu di Mesir. Satu catatan kriminal yang tersimpan dalam pikiran musa dan bisa jadi menjadi satu ketakutan. Namun demikian ketika Tuhan berketetapan mengangkat Musa dan memberikan kasih karuniaNya, Musa mengalami pergeseran sudut pandang, dari sudut pandang seorang manusia biasa menuju sudut pandang Ilahi.Ketika Musa menyadari akan perubahan ini, Musa dibawa Tuhan naik ke satu level kerohanian yang baru dan penuh tanggung jawab. Sejarah pembebasan bangsa Israel dari tawanan Mesir melalui kepemimpinan Musa, menunjukkan bahwa Musa dipenuhi dengan kasih karunia Allah. Satu kekuatan Ilahi untuk mampu melihat arti dan tujuan Tuhan untuk dirinya dalam konteks kepemimpinannya.

Saudara, kisah Musa menjadi bukti dan dasar bagi orang Kristen untuk dapat memaknai kasih karunia di dalam perjalanan hidupnya. Manakala seseorang mengerti dan diselamatkan karena iman percaya kepada kuasa kematian & kebangkitan Yesus dari antara orang mati (Roma 10:9-10), di saat itulah, dia mengalami titik balik dalam cara memandang kehidupan. Jika Anda sudah mengalami hidup baru di atas dasar kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, maka Anda dijamin mampu dan siap berjalan dalam kasih karuniaNya. Setiap ragam berkat dan problematika, akan tentu dapat membawa Anda memiliki sudut pandang dari surga (Helicopter View). Hanya diperlukan respon iman Anda secara benar terhadap semua janji FirmanNya untuk hidup Anda.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1).
Bacaan: Keluaran 33:12-13
- Apakah yang dikatakan Allah kepada Musa? (ayat 12)
- Jika Musa mendapatkan kasih karunia Allah, maka apa yang diminta Musa kepada Allah? (ayat 13).
B.2. MERENUNGKAN (M2).
Cara kerja otak manusia adalah mengolah setiap informasi dari luar dirinya memalui proses analisa. Proses ini tidak sebentar. Targetnya adalah memahami arti dan tujuan dari setiap informasi yang diterimanya. Ini adalah proses yang wajar sebagai manusia. Namun dalam proses iahi, Firman Tuhan hanya dapat dipahami oleh pertolongan Roh Kudus sebagai Roh Kebenaran (Yohanes 16:13) untuk menjelaskan arti-arti tulisan Alkitab menurut versi Allah. Bagaimana Anda memahami kasih karunia dalam menu bacaan hari ini?

B.3. MELAKUKAN (M3)
Merenungkan taurat Tuhan siang dan malam adalah cara terbaik memahami dan menjalani hidup dalam kasih karunia Allah. Mulailah atau teruskanlah secara konsisten dan gigih.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Ceritakanlah pemahaman iman Anda tentang manfaaat kasih karunia Allah dalam hidup Anda.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

