13 Mei 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Kisah Para Rasul 4:32-35
A. PENGANTAR
Mari kita kembali melihat dan menyimak satu pola kehidupan Kristen yang merupakan realitas surga. Realitas itu ada di dalam kehidupan jemaat mula-mula. Kuasa Roh Kudus yang sangat hebat memulihkan mereka, menjadikan mereka sebagai satu komunitas yang hidup dalam kasih Karunia berlimpah-limpah (Perhatikan Kis 4:33). Bukan hanya 1 atau 2 orang yang mengalami kasih karunia Allah, tetapi satu kumpulan yang besar di masa itu.
Kasih karunia yang berlimpah-limpah telah membentuk satu pola pikir yang maju yang melampaui pola pikir umumnya di jaman itu. Apakah itu? Kasih karunia Allah mengajarkan mereka membangun gaya hidup ekonomi berbagi secara kongkrit. Kekuatan kepercayaan mereka kepada Tuhan mampu menumbuh kembangkan hati yang saling memberi untuk mencukupkan keperluan anggota jemaata lain yang sedang berkekurangan. Kasih karunia yang dialami membentuk satu konsep ekonomi yang sangat surgawi yakni : “tidak seorangpun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama.”( Kis 4:32). Wow… sangat luar biasa dan mematahkan paradigm dunia tentang hal berbagi. Penulis menilai pola pikir ini adalah bentuk praktis dari gaya hidup berkomunitas yang dipenuhi dengan kasih karunia Allah. Ekonomi kasih karunia, kira-kira begitulah sebutannya, menjadi kekuatan bersama untuk membangun kesejahteraan jemaat dengan iman dan tindakan yang sehati dan sepikir dengan satu tujuan.

Bagaimana dengan kehidupan kita sebagai jemaat? Pernahkan Anda mengalami kuasa kasih karunia yang berlimpah-limpah di dalam keuangan pribadi atau jemaat? Pernahkan Anda melihat dan mengalami bahwa kuasa kasih karunia yang berlimpah-limpah itu ibarat air bah yang datang melanda banyak orang, tak terbendung dan menenggelamkan mereka ke dalam air bah. Wow… sangat dahsyat ya, jika ada aliran kasih karunia Allah melanda kumpulan orang percaya, maka semua akan diberkati Tuhan, bukan saja secara rohani, tetapi secara nyata dalam ekonomi jemaat yang ditingkatkan. Ayo, bersiaplah mengalami kasih karunia yang berlimpah-limpah di dalam komunitas Anda , apakah di dalam keluarga atau gereja lokal. Yang mampu secara ekonomi membantu mencukupkan jemaat yang lemah secara ekonomi. Itulah cara Allah melatih praktek kasih karunia Allah.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1).
Bacaan : Kisah Para Rasul 4:32-35
- Apakah yang dialami para Rasul? (ayat 33)
- Apakah bukti bahwa para rasul berlimpah dengan kasih karunia? (ayat 34)
B.2. MERENUNGKAN (M2).
Ayo, kita renungkan menu bacaan Alkitab di atas. Apakah yang dapat Anda petik dari cerita para rasul itu? Setujukah Anda bahwa kasih karunia berlimpah-limpah adalah kekuatan saling berbagi secara materi? Bagaimana dengan Anda?

B.3. MELAKUKAN (M3)
Saatnya bergerak bersama saling berbagi sesuai dengan kemampuan secara material diantara anggota komunitas Anda, apakah di keluarga inti atau keluarga rohania Anda.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Hidup dengan iman terhadap kasih karunia Allah akan mendorong Anda dengan sendirinya berbagai kepada orang lain yang berkekurangan secara ekonomi.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

