08 Juni 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : 1 Kor 15:10
A. PENGANTAR
Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku. (2 Kor 15:10)
Mari kita belajar sejenak tentang pertumbuhan tanaman. Di setiap jenis tanaman atau tumbuhan, pasti memiliki titik tumbuh. Dalam ilmu Biologi ada satu bagian jaringan yang memiliki potensi pertumbuhan yang efektif yang disebut jaringan meristem. Jaringan meristem adalah jaringan yang sel penyusunnya bersifat embrional. Maksudnya sel ini terus-menerus membelah diri untuk menambah jumlah sel tubuh tumbuhan. Ketika sel-sel ini terus membelah, maka akan membentuk jaringan tumbuhan. Salah satu perannya adalah menopang pertumbuhan batang pada tumbuhan.
Ilustrasi ini adalah lebih kurang untuk menggambarkan tentang sistem kehidupan kerohanian orang Kristen, dimana ada satu titik atau masa kehidupan yang menghasilkan satu momentum pertumbuhan dan pertambahan kedewasaan kerohanian, karakter dan perilaku orang Kristen.
Titik tumbuh orang Kristen, dijelaskan dalam ayat di atas. Paulus seorang yang sebelumnya bernama Saulus dengan latar belakang sebagai seorang yang menganiaya pengikut Kristus di jaman itu. Namun setelah Paulus bertemu Tuhan dan diselamatkan sehingga menjadi murid Kristus, dia mengalami pertobatan dan perubahan kehidupan (Life Conversion) yakni dari kehidupan duniawi menjadi kehidupan dalam kasih karunia Allah. Ketika Paulus dipenuhi dengan kasih karunia Allah, yang mana disebut juga Paulus mengalami kuasa Firman Allah, terbentuk satu semangat dan antusias yang kuat sehingga menyebabkan Paulus bekerja lebih keras atau berjerih lelah. Kenapa Paulus bisa mengalami peningkatan semangat kerja di dalam hidupnya? Karena Allah yang bekerja. Kehadiran Allah dalam hidup seseorang berakibat positif kepada seseorang dimana dia mengalami semangat berupa kerajinan yang lebih tinggi lagi, bukan sebaliknya. Adalah tidak relevan jika seseorang yang dipenuhi kasih karunia Allah sebaliknya hidup dengan keraguan dan kemalasan, apalagi menyia-nyiakan waktu. Kalaupun terjadi, itu bukan karena kasih karunia Allah bisa dilemahkan dengan respon seorang Kristen. Sebab kasih karunia Allah adalah Tuhan Yesus Kristus yang telah memberikan kehidupan terbaik, berkualitas terbaik dan kekal. Yang perlu dikritisi adalah pengandalan diri seorang Kristen akan Tuhan, apakah sudah menjadi gaya hidup atau bersifat situasional tertentu saja. Secara natural, jaringan meristem pada tumbuhan pasti akan terus bertumbuh karena di jaringan ini sangat banyak titik tumbuh. Apakah jaringan ini bisa mati? Bisa. Jika faktor pendukung pertumbuhannya tidak tersedia, seperti air, udara dan hara tidak tersedia dengan memadai. Setiap orang Kristen pasti menerima benih pertumbuhan yag tentu akan menuntun kepada pertumbuhan sejati. Namun jika diri kita tidak bersedia dengan iman yang benar, maka pertumbuhan tidak akan terjadi bahkan jika dibiarkan dapat menyebabkan kematian rohani. Yang salah bukan titik tumbuh kasih karunia Allah tetapi kesalahan ada pada manusia.

Hidup dalam kasih karunia Allah adalah jaminan terjadinya pertumbuhan kerohanian. Karena kasih karunia Allah adalah titik tumbuh dan kekuatan pertumbuhan yang ideal dalam konteks kebenaran Allah. Ada kekuatan akselerasi dalam kasih karunia Allah yang menyebabkan hidup kita semakin efektif, efisien dan produktif dalam menjalankan semua ketetapan dan perintah Tuhan di dalam kehidupan sehari-hari. Dalam ukuran waktu, misalkan 1 hari – 24 jam, 1 minggu = 7 hari, 1 tahun = 256 hari, akan menjadi sangat berarti untuk menghasilkan ide dan buah karya yang sangat mengagumkan. Dengan kekuatan kasih karunia Allah, setiap hari akan menjadi aset pertumbuhan diri yang sangat rohani.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1).
Bacaan: 2 Korintus 15:10
- “…kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku ….. (ayat 10)
- Sebaliknya , aku telah… (ayat 10)
B.2. MERENUNGKAN (M2).
Apakah hidup Anda menjadi lebih bermutu atau tidak ketika kasih karunia Allah memenuhi Anda? Apakah pendidikan atau pekerjaan atau pelayanan atau kehidupan sosial Anda semakin berdampak positif bagi diri Anda , relasi sosial atau perusahaan dimana Anda bekerja?
B.3. MELAKUKAN (M3)
Belajar atau bekerjalah lebih rajin dan lebih maksimal dengan apa yag dipercayakan kepada Anda, karena kasih karunia Allah adalah Allah sendiri di dalam Yesus Kristus yang melakukannya untuk Anda. (Markus 16:20)

B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Saksikanlah kemajuan studi atau karir atau pelayanan rohani Anda kepada orang lain dengan satu alasan, semuanya terjadi karena peran kasih karunia Allah.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

