renungan fiirman

SABTU- CUKUPLAH KASIH KARUNIAKU BAGIMU

10 Juni 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: 2 Korintus 12:9

A. PENGANTAR

Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. (2 Korintus 12:9).

Ada satu prinsip pertumbuhan sebuha benih. Mari perhatikanlah ayat berikut,
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. (Yohanes 12:24)

Biji gandum akan bertumbuh dan menghasilkan banyak buah, jika biji ini terlebih dahulu mengalami jatuh ke dalam tanah dan mati. Ini prinsip pertumbuhan biji gandum. Analogi ini menggambarkan tentang ada syarat yang seyogyanya dialami setiap anak Tuhan, jika ia ingin mengalami pertumbuhan kedewasaan rohani, karakter, kecakapan dan sebagainya yang menjadi bagian daripada kehidupan anak-anak Tuhan. Paulus seorang rasul Allah yang memahami sekali akan arti dan peranan kasih karunia Allah bagi pertumbuhan kehidupannya. Pengalaman buruk masa lalu yang dikatakan sejarah, bahwa Saulus yang berganti nama Paulus itu, termasuk ahli taurat atau seorang yang tahu banyak tentang kitab suci. Namun semua itu tidak digunakan Paulus di masa dia hidup baru sebagai pengikut Kristus. Nama baik, keberhasilan tidak bisa dicapai dengan pengalaman kejayaan masa lalu yang tidak melibatkan Tuhan di dalam proses demi proses. Paulus meyakini, bahwa penyangkalan diri dan penyerahan dalam ketidakberdayaan, menjadi kunci kehadiran kuasa Allah yang membawanya mengalami kemajuan dalam kehidupan rohani, atau kemajuan dalam hikmat dan pengertian tatkala memecahkan berbagai macam permasalahan yang dihadapinya. Paulus sekali lagi berkata , : “Cukuplah kasih karunia Allah untuk Paulus”.

Kasih karunia Allah yang mendewasakan bekerja dengan cara unik dan suci, dimana kuasaNya tidak dapat dicampuraduk dengan kekuatan ego atau pikiran dan cara-cara hidup yang bertolak belakang dengan prinsip kebenaran Allah. Setiap anak Tuhan harus memiliki hati yang murni dan percaya bahwa hanya Tuhan yang sangguh mendidik kita hingga menjadi dewasa rohani dan berkarakter Kristus yang cemerlang. Kita harus mati terhadap keinginan daging agar keinginan roh yang berkuasa dalam kita (Roma 8:5-6).

B. PEMBELAJARAN

B.1. MENEMUKAN (M1).

Bacaan: 2 Korintus 12:9

  1. Dalam situasi seperti apakah , kuasa Allah menjadi sempurna atau kuasa Kristus turun menaungi Paulus?

B.2. MERENUNGKAN (M2).

Coba pikirkan sejenak, kelemahan apakah dalam diri Anda yang saat ini mengganggu atau menghambat aktivitas Anda saat ini? Bagaimana Anda melibatkan kasih karunia Allah untuk menolong Anda? Belajar dari prinsip Paulus dalam 2 Korintus 12:9.

B.3. MELAKUKAN (M3)

Mulai berserah sepenuh hati dan membuka diri terhadap campur tangan Tuhan yang sejati. Jangan bertindak sebelum Dia berkata dan memberikan alat dan cara kepada Anda.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Bersaksilah kepada siapa saja yang Tuhan inginkan Anda bersaksi tentang kasih karuniaNya.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47