SELASA-BERSUKACITA DALAM PENDERITAAN

18 Juli 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: Kol 1:24 TB

Paulus sangat bersyukur karena tahu bahwa penderitaan yang sedang ia alami di dalam penjara dan harus menanggung banyak penderitaan demi nama Yesus adalah sebagai proses: “mengenal Kristus dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya.”

Paulus mengatakan “Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita (pathēma, bhs.Yun) karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus _(thlipsis, bhs. Yunani) dalam ayat ini BUKANLAH karena sedang mengatakan seolah-olah penderitaan Kristus untuk keselamatan orang percaya belum genap, KARENA sesungguhnya Paulus sedang berbicara tentang penderitaan Kristus dalam bentuk yang lain; yakni satu penderitaan yang Yesus rasakan seperti pada waktu Paulus menganiaya orang-orang Kristen dan Tuhan temui di jalan menuju Damsyik dalam sebuah penglihatan dari sorga dan berkata: “Mengapa engkau menganiaya Aku?”
…, Satu kata ganti “Aku” menunjukkan bahwa Yesus masih terus-menerus mengalami penderitaan; artinya, penderitaan Kristus belum genap karena gerejaNya hingga hari ini masih mengalami penganiayaan dan kesesakan, dan penderitaan gereja adalah juga sebagai penderitaan Kristus.

MENEMUKAN (M1).

~ Bacaan: Kol 1:24 TB, Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat.

Pertanyaannya:

  1. Bagaimanakah respon Paulus saat menderita karena jemaat Kolose?
  2. Untuk alasan apakah Paulus rela menderita untuk jemaat Tuhan?

MERENUNGKAN (M2).

Penderitaan KRISTUS untuk keselamatan orang percaya sudah SEMPURNA sehingga yang kurang adalah dalam hal peran kita sebagai orang percaya dalam mengambil bagian (berpartisipasi) dalam PENDERITAAN Kristus yakni dengan komit untuk hidup sesuai Firman Tuhan dan terlibat (berpartisipasi) melayani dalam pelayanan di gereja dan pekerjaan misi pekabaran Injil, karena mengerti bahwa mengambil bagian dalam PENDERITAAN Kristus adalah karunia (Fil 1:29) dan sebagai sarana untuk bertumbuh dewasa; dan dengan setia hidup sesuai Firman Tuhan dan terlibat melayani itu adakah sebagai sarana pelatihan, kita sedang Tuhan latih seperti “atlet dan prajurit” agar menjadi umat Tuhan yang sehat, kuat, penuh hikmat dan terampil, yang berkarakter seperti Kristus.

MELAKUKAN (M3)

Jika telah memahami bahwa setiap orang percaya diberi KARUNIA mengalami penderitaan sebagai sarana pertumbuhan kedewasaan iman, kasih dan pengharapan didalam Kristus, bagaimanakah sikap dan respon saudara ketika harus menghadapi kesulitan/penderitaan karena “keuangan, hubungan, pekerjaan/usaha atau Pelayanan atau yang lainnya?”_ apakah saudara akan memilih bersukacita dengan menghadapinya bersama Tuhan, atau malah bersungut-sungut, komplain tidak terima, menyalahkan situasi, kondisi atau orang lain?

MEMBAGIKAN (M4)

Ceritakanlah pengalaman saudara, saat memilih bersukacita ketika dalam penderitaan, karena mengerti bahwa penderitaan/kesulitan adalah sarana untuk pendewasaan iman, kasih dan pengharapan kita.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47