27 Juli 2023
Penerbit: Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: 2 Korintus 12: 8-10
PENGANTAR
_Pernahkah kita merenungkan, “Apa sih arti hidup yang sesungguhnya?” Untuk menjawab semua pertanyaan tersebut, kita perlu memahami bahwa hidup kita sebagai orang percaya adalah hidup dalam kasih karunia injil. Dan dalam kasih karunia injil itu tidak selalu ada hal-hal yang menyenangkan menurut manusia saja, yang akan terjadi, akan ada berbagai tantangan dan rintangan yang kita akan alami dalam proses semakin serupa kepada Kristus. Demikian kisah hidup Paulus.
PEMBELAJARAN
MENEMUKAN (M1)
Baca 2 Korintus 12: 9 tetapi jawab Tuhan kepadaku (Paulus), “Cukuplah kasih karuniaKu bagimu, sebab dalam kelemahanlah kuasaKu menjadi sempurna” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku supaya kuasa Kristus turun menaungi aku”
Paulus menyadari bahwa keberadaan hidupnya hanya oleh karena kasih karunia Allah. Bagaimana tidak, dalam hidupnya, pelayanannya banyak yang sukar terjadi tetapi ia menyadari bahwa anugerah Allah dalam Yesus Kristus (kuasa injil) adalah sesuatu yang tidak ternilai. Pengorbanan Tuhan Yesus untuk menebus dosa manusia adalah kasih karunia terbesar yang perlu ia hargai. Kelemahannya dan tantangan yang ia alami justru membuat Paulus semakin hari semakin kuat bertumbuh di dalam Kristus. Karena Paulus senang dan rela di dalam kelemahannya, di dalam siksaan dan didalam kesukaran di dalam Kristus (oleh karena Kristus). Paulus katakan. ”Sebab jika aku lemah maka aku kuat”

MERENUNGKAN (M2)
Paulus dalam hidupnya yangi kurang lebih 60 tahun, kemudian ia mati sebagai seorang martir di kota Roma. Dalam hidup banyak hal yang ia alami dalam keadaan suka/senang, bahkan banyak waktu dalam hidupnya ia mengalami kesukaran seperti ia disesah, dipukuli, dipenjara, ditolak, disalahpahami, mengalami banjir bahkan nyaris karam. Mungkin apa yang dialami Paulus, bagi kita umat Tuhan jaman now, berkata,”Jangan-jangan Paulus ini dikutuk atau tidak diberkati”. karena begitu banyak kesukaran yang ia hadapi
Tetapi sekali lagi dalam kelemahan dan kesukaran justru ia semakin kuat dan bersinar
Injil yang berkobar dalam hatinya (inside out) mempengaruhi sikap dan tindakannya. Dan membawa ia semakin kuat dan kokoh dalam kuasa injil.
MELAKUKAN (M3)
“Bagaimana dengan kehidupan kita?” “Adakah kita menyadari bahwa dalam kelemahan dan kekurangan kita hari ini justru membuat kita semakin kuat”
Banyak kita hari ini, baru soal yang sepele saja , AC ruang ibadah Misalnya, yang kurang dingin atau terlalu panas telah kita tidak datang ibadah, baru soal remeh-remeh kita mengancam mundur dari pelayanan?, “Bagaimana jika dibandingkan dengan yang dialami oleh Paulus? (sebuah refleksi diri)
Terkadang kita tidak dapat menghindari masalah dan tantangan tetapi justru melalui tantangan tersebut kita melihat dan merasakan karya injil dinyatakan dalam hidup kita.

MEMBAGIKAN (M4)
Marilah kita menjadi pribadi yang terus menyadari dan menghargai kasih karunia injil Allah bagi hidup kita dengan menghargai hidup, dan ketika ada tantangan dan kelemahan kita justru berkata, “Dalam kelemahanku aku kuat!”
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

