SENIN- INJIL ADALAH REALITA FIRMAN TUHAN

31 Juli 2023

Penerbit: Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: Yohanes 1:1-4,9

Injil sejati adalah diawali dan dikerjakan oleh Yesus Kristus (Markus 1:1). Kehadiran Yesus Kristus yang adalah Firman merupakan cara kerja Injil di dalam dunia (Yoh 1:1-4,9). Injil itu bukan seperti satu barang mewah yang karena begitu mewah dan mahal harganya, selalu disimpan di tempat yang paling aman dan tidak dapat dicuri oleh siapa pun. Orang hanya mungkin bisa melihat dari kejauhan dan hanya melihat keindahannya. Pemikiran seperti ini cocok untuk barang-barang mewah atau langkah atau eksklusif. Beda halnya dengan Injil sejati yang adalah Yesus Kristus sendiri. Di surga yag maha kudus dan sempurna , ada Keallahan yakni Bapa , Anak dan Roh Kudus. Namun karena ada dorongan belas kasihan Allah yang penuh kasih memerintahkan Yesus Kristus sebagai Anak Tunggal Bapa, mengosongkan diri dan menjadi manusia dengan mengambil rupa seorang hamba demi proses penebusan manusia dari dosa (Flp 2:5-8). Penjelmaan Allah dalam wujud Yesus Kristus sebagai manusia yang juga adalah Tuhan, menunjukkan bahwa Injil adalah realita tentang pikiran, perasaan dan tindakan Allah untuk maksud penyelamatan manusia (Yoh 3:16).
Pola kerja Injil itu adalah dipercayai dalam hati, diakui dalam mulut untuk mengakui tentang Yesus Kristus yang dibangkitkan dari antara orang mati (Roma 10:9-10). Selanjutnya setiap orang yang telah menjadi percaya karena Injil Kristus, memiliki potensi kehidupan Injil di dunia. Potensi ini berupa kesaksian hidup yang diubahkan oleh Injil Kristus di dalam berbagai bidang kehidupan. Ketika Injil dipercayai sebagai kekuatan perubahan sejati, maka di saat itulah mereka yang percaya Injil memiliki dasar dan alasan untuk bersaksi kepada dunia (Roma 1:16-17). Injil itu bukan barang langka dan mewah sehingga hanya bisa dilihat tapi tidak bisa disentuh apalagi diambil. Injil memiliki prinsip harus dialami (bukan hanya diketahui apalagi juga diajarkan) secara praktis di segala kelompok usia, profesi ataupun suku bangsa. Injil itu bukan diajarkan secara teoritis di dalam kelas, tetapi haruslah dialami dan disaksikan lewat buah iman atau pengalaman iman. Injil adalah realitas firman Tuhan di semua situasi dan kondisi.
Bagaimana kesaksian Injil Kristus di dalam kehidupan pribadi Anda?

MENEMUKAN (M1).
Bacalah : Matius 24:14; Yohanes 1:1-4,9

  1. Injil apakah yang dituliskan dalam Matius 24:14?
  2. Pada mulanya adalah…. (Yoh 1:1). Terang yang sesungguhnya, yang menerangi…. (Yoh 1:9)

MELAKUKAN (M3)

Renungkanlah prinsip kerja Injil. Mulailah merencanakan kepada siapa dan dimana Anda akan menyaksikan kuasa Injil Kristus yang telah mengubahkan hidup Anda? Ketika Anda terus menerus merencanakan ini, maka Anda akan membangun gaya hidup seorang penginjil sejati.

MEMBAGIKAN (M4)

Teruslah bersaksi tentang pesan Injil melalui teladan kehidupan Anda.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47