04 Agustus 2023
Penerbit: Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: 1 Yoh 1:1-4
PENGANTAR
Kadang kita kesulitan untuk menyaksikan injil kepada orang lain, padahal tugas utama kita sebagai orang percaya adalah memberitakan kabar baik, kabar kehidupan kekal. Memang sulit untuk dipahami, bahwa untuk mengerjakan tugas tambahan, kita sangat trampil melakukannya, sementara untuk tugas utama kita kesulitan untuk mengerjakannya, sampai-sampai kita tidak mau untuk melakukannya. Mengapa hal ini terjadi? Alasannya bisa saja karena memang kita tidak menyadari tugas utama kita sebagai orang percaya, kita tidak tahu bahwa hal ini penting untuk kehidupan kita, atau kita tidak pernah belajar untuk melakukannya. Apapun alasannya, sebenarnya kalau injil itu ada dalam kehidupan kita, maka injil itu akan mendorong kita untuk memberitakan injil itu sendiri. Injil itu sungguh kekuatan Allah untuk menyelamatkan kita, mengembalikan hidup kita kepada tujuan Allah yang kekal. Ketika injil tidak lagi yang utama dalam hidup kita, maka kita tidak akan mungkin mau dan mampu memberitakannya. Kita tidak akan bisa untuk membedakan mana yang hakiki mana yang opsional. Menyaksikan injil merupakan hal yang hakiki atau keharusan bagi orang percaya.

PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1).
Menurut perikop diatas
Apa yang harus kita ceritakan kepada orang lain?
Apa tujuan dari pemberitaan kita?
B.2. MERENUNGKAN (M2).
Dari bacaan kita hari ini, untuk memberitakan atau menyaksikan injil itu tidaklah sulit. Kita diminta menceritakan apa yang kita lihat, dengar dan alami. Pertanyaannya apakah kita bisa melihat, dengar dan alami kuasa injil itu dalam kehidupan kita sehari-hari? Kalau kita tiding alami memang sulit untuk menceritakannya. Cerita kita akan terbatas kalau kita tidak pernah mengalaminya. Tetapi kalau kita sampai mengalami kuasa injil itu maka akan timbul belaskasihan dalam hidup kita melihat orang yang belum mengalaminya, keberanian akan ada untuk menghadapi kuasa sijahat, keberanian akan muncul untuk hidup benar ditengah kondisi yang sulit atau sukar sekalipun, keberanian bersaksi akan muncul karena kita sudah mengalaminya (bukan sekedar tahu). Apakah saudara sungguh mengalami injil itu dalam kehidupan sehari-hari? Atau malah belum pernah mengalaminya, tetapi hanya sekedar tahu cerita tentang injil. Injil itu nyata, dan itu adalah kabar tentang Yesus yang sudah datang kedunia, mati menebus segala dosa dan pelanggaran kita, mati dan bangkit. Dia naik ke sorga untuk menyediakan tempat bagi semua orang yang percaya kepadaNya.

B.3. MELAKUKAN (M3).
Kita butuh hati yang rindu untuk mendengar, melihat dan mengalami INJIL itu sendiri. Buatlah komitmen dan berdoalah untuk mengalami kuasa injil itu setiap hari, dan mulailah memberitakan atau menyaksikannya kepada orang lain.
B.4. MEMBAGIKAN (M4).
Sharingkanlah apa yang pernah kamu dengar, lihat dan alami perihal kuasa injil. Bagaimana kuasa injil itu mengubah hidupmu.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

