Renungan Minggu

MINGGU – “MENJADI SAKSI, BUKAN HAKIM”

10 September 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : 1 Petrus 2:9

Tuhan memanggil kita untuk menjadi SAKSI-NYA, yakni menjadi SAKSI, yang dengan penuh sukacita berbagi dan bercerita tentang kasih, berkat, kebaikan atau pengalaman iman didalam Yesus;
…,NAMUN dalam kenyataan, sering masih ada saja yang belum (tidak) menjadi SAKSI Kristus yang baik, dan malah menjadi orang yang berperan seolah-olah jadi “HAKIM” bagi orang lain: dengan perkataan atau pikirannya mudah menghakimi, melihat kekurangan, kesalahan orang lain lebih dari kebaikannya; atau masih suka “menggossip” menceritakan sesuatu yang belum tentu benar, dan tidak jelas kebenarannya; atau juga jadi “overthinking” berpikir melebihi fakta sebenarnya, menyimpulkan dan bereaksi negatif berdasar pada data dan fakta yang tidak akurat, lalu sibuk menceritakannya kepada orang lain; karena lupa (tidak menyadari) bahwa “mulut dan kuasa/otoritas” yang Tuhan berikan kepada kita, seharusnya hanya kita pakai untuk menyatakan kasih kebaikan Tuhan.

MENEMUKAN (M1)

~ Firman Tuhan, 1 Petrus 2:9 TB, Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu MEMBERITAKAN perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.

~ Pertanyaan:

  1. Siapakah kita menurut ayat firman Tuhan hari ini?
  2. Untuk MEMBERITAKAN apakah Tuhan memanggil kita keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib?

MERENUNGKAN (M2)

Tuhan memanggil kita untuk MEMBERITAKAN perbuatan-perbuatan yang besar dari DIA, seperti yang dikatakan dalam Kisah Para Rasul 22:15 TB, Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan yang kaudengar.
…, dikatakan yang KAULIHAT dan yang KAUDENGAR, yaitu Injil Kristus dan kuasanya yang telah kita lihat, dengar dan alami secara pribadi, dan bagaimana kita telah diselamatkan dan dibentuk dalam pengalaman rohani yang telah kita alami, seperti Paulus yang selalu menceritakan kisah perjumpaannya dengan Tuhan, pengalamnya mendapatkan visi (penglihatan) yang dari sorga yang telah mengubahkan dan memulihkan hidupnya, hingga akhir hidupnya tetap fokus kepada panggilan Tuhan.

MELAKUKAN (M3)

Jika hari ini ada yang bertanya pada saudara, lebih banyak menceritakan/memberitakan apakah saudara hari-hari ini? Apakah saudara sedang sibuk menceritakan tentang kasih Kristus, politik (situasi) atau malah jadi hakim, yang sibuk melihat atau mengomentari kekurangan, kesalahan atau pelanggaran orang lain?
…, Ingatlah, mengomentari dan menghakimi orang lain, tidak akan bisa mengubah kehidupan orang lain; hanya Tuhanlah yang bisa mengubah hati manusia, dan tugas kita HANYALAH setia menabur dengan bersaksi, menyatakan kasih dan tindakan penerimaan kita oleh karena Kasih Kristus yang telah kita alami dan memenuhi hidu kita.

MEMBAGIKAN (M4)

Ceritakanlah pengalaman saudara saat memilih untuk setia melakukan firman Tuhan dengan jadi SAKSI Kristus, daripada terbawa situasi politik atau menjadi HAKIM yang hanya mau melihat kekurangan, kelemahan orang lain.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47