15 September 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Matius 19:21
A. PENGANTAR
Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” (Matius 19:21, TB)
Sejenak kita kembali merenungkan apa yang dikatakan dalam Ulangan 8:18,
Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.
Posisi kekayaan di mata Allah adalah bukan tujuan untuk bangsa Israel tetapi sebagai bagian yang mendukung perjalanan misi mencapai tanah Kanaan. Juga dapat disebut sebagai bentuk konfirmasi akan keberadaan Allah yang setia menyertai dan memberkati bangsa ini di dalam segala situasi kehidupan mereka. Dan juga kekayaan itu diperoleh dengan bekerja melalui kekuatan yang Allah berikan agar bangsa ini punya upaya dari dirinya untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan.
Tentang kekayaan, ada satu nilai yang sangat ilahi tentang apa arti sesungguhnya dan peran sesungguhnya dari kemakmuran (kekayaan) dalam kehidupan orang Kristen. Apakah itu? Simaklah apa yang tertulis dalam Matius 19:21. Ada satu ukuran kesempurnaan untuk para pengikut Kristus,yakni menjual segala milikmu dan berikan kepada orang miskin. Setelah itu kamu akan beroleh harta di surga dan selanjutnya mengikut Kristus. Bagi Yesus, harta adalah bukan perkara terutama, namun diperlukan. Karena yang terutama adalah kepercayaan kepada Tuhan tatkala kita taat sebagai pengikutNya, maka harta yang sudah kita berikan untuk aktivitas yang bersifat pertolongan kepada orang yang membutuhkan, akan disediakan oleh Allah di lain waktu. Jika ini dikerjakan dengan sepenuh hati, maka tidak aka nada ruang keraguan akan kehidupan yang berkecukupan ataupun berkelimpahan. Pola berpikir seperti ini diajarkan Tuhan Yesus dalam ayat berikut
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Mat 6:33)

Dengan demikian bahwa, orientasi seorang pengikut Kristus bukan pada kekayaan atau kemakmuran itu, bukan juga pada cita-cita untuk menjadi kaya, Tetapi orientasi yang benar adalah mengerahkan pikiran, perasaan, kehendak dan perbuatan untuk melayani Dia (Flp 2:5-7). Inilah yang disebut kemakmuran yang sejati atau sempurna. Jika dasarnya komitmen total untuk melayani Dia, semua bentuk dukungan atau logistik kehidupan dapat kita terima. Keteguhan hati dan kerajinan melayani Allah akan membuka pintu berkat untuk anak-anakNya.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1).
Bacaan: Matius 19:21
- Jikalau engkau hendak sempurna, apakah yang dilakukan? (Mat 19:21)
B.2. MERENUNGKAN (M2).
Bagaimana tanggapan Anda dengan apa yang tertulis di dalam Matius 19:21? Bagaimana Anda memulainya?
B.3. MELAKUKAN (M3)
Jika di dalam kantung pakaian Anda ada uang sebesar Rp. 100.000, yang mana uang itu sangat dibutuhkan untuk membeli kebutuhan yang bersifat mendesak dan penting bagi Anda. Kemudian di depan mata Anda ada seorang yang membutuhkan makanan dan minuman saat itu. Apakah tindakan Anda?

B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Ajarkanlah orang-orang yang Anda bina untuk tidak kuatir dengan apa yang akan dipakai, dimakan atau diminum pada hari ini melalui kesaksian hidup Anda.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

