21 September 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : I Korintus 9:19
A. PENGANTAR
Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang. (I Kor 9:19)
Kalimat yang tertulis di atas, adalah merupakan perkataan dan pernyataan Rasul Paulus yang penuh dengan keyakinan tentang apa yang menjadi alasan dirinya menjadi pengikut Yesus Kristus. Alkitab menjelaskan bahwa Paulus adalah Rasul yang dipanggil Tuhan dari masa lalunya yang tidak percaya kepada Yesus untuk menjadi pelayan Tuhan yang melayani bangsa non Yahudi atua bukan berasal dari suku Yahudi.
Ada 3 prinsip yang Paulus katakan saat ini menjadi pelayan kepada berbagai jenis kelompok masyarakat di kota Korintus, yakni
- Sebagai seorang yang bebas terhadap semua orang.
Artinya, setelah Paulus menjadi pengikut Kristus, dia sudah tidak lagi menjadi hamba tradisi dan hukum Yahudi atau masa lalunya yang pernah mengikatnya dirinya. Tidak hukum lain selain Hukum Kristus yang mengikat Paulus (1 Kor 9:21). Paulus sudah diikat hanya olah satu hukum yakni Hukum Kristus. - Menjadikan diri hamba bagi semua orang
Paulus meneladani Yesus Kristus, dimana Dia mengambil peran sebagai hamba pada saat menjelma menjadi manusia di bumi. Itu sebabnya Paulus mengambil peran sebagai hamba. Hamba adalah peran yang sangat strategis dalam satu pola pendekatan relasi kepada orang atau kelompok orang manapun. Menjadi pelayan tidak berarti rendah secara status sosial. Yang ditekankan adalah peran hamba membuka akses yang tak terbatas untuk dapat berinteraksi dengan banyak orang (I Kor 9). - Memenangkan sebanyak mungkin orang
Tujuan dari pin nomor 1 dan 2 di atas adalah untuk dapat memenangkan sebanyak mungkin orang. Jadi Hukum Kristus dan peran sebagai hamba Kristus akan menjamin bahwa setiap anak Tuhan akan mampu untuk memberitakan Injil Kristus melalui pola relasi sosial yang tidak dipenjarakan dengan hukum-hukum atau aturan-aturan sosial atau adat-istiadat yang berlaku di satu atau beberapa suku. Sebaliknya Injil adalah kekuatan Allah yang sanggup mengubahkan suku bangsa dengan sistem kebudayaan yang berlaku (Roma 1:16-17).

Saudara-saudari, perhatikanlah bahwa sesungguhnya seorang penginjil adalah orang-orang yang merdeka dari belenggu dosa atau rangkaian aturan yang dibuat oleh manusia, dan diberikan peran sebagai hamba Kristus. Ada otoritas dari Tuhan untuk para penginjil. Jadi, apakah alasan kita untuk tidak memberitakan Injil? Atau apakah alasan kita untuk menunda memberitakan Injil sampai pada waktu yang tepat? Tidak ada waktu yang paling tepat untuk memberitakan Injil Kristus, karena semua hari atau waktu adalah saat yang tepat untuk bersaksi tentang Injil.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1).
Bacaan: I Korintus 9:19
- Apakah alasan pernyataan Palus yang disebutkan “Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang,” ?
B.2. MERENUNGKAN (M2).
Apa tanggapan Anda dari I Korintus 9:19? Bagaimana jika Anda menjadi seperti Paulus, ketika Anda sedang berada di lingkungan sosial : lingkup sekolah, dunia kerja atau sosial kemasyarakatan?

B.3. MELAKUKAN (M3)
Rencanakan membangun jaringan sosial sebaik mungkin dan doakans erta kunjungi mereka untuk menjadi saksi Injil Kristus.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Tidak ada kata lain, teruslah bersaksi tentang pengalaman Injil Kristus di dalam hidup Anda.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

