23 September 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : 2 Korintus 4:2
A. PENGANTAR
Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah. (2 Kor 4:2)
Mari kita mendalami pola kesaksian Kristus selama di bumi. Dia datang ke dunia mengambil rupa sebagai manusia dan berperan sebagai hamba (Flp 2:5-7). Strategi ini bukanlah dibuat-buat tetapi merupakan penggambaran dari Pribadi Allah yang dinyatakan di dalam Yesus Kristus sebagai Anak Allah. Juga, sebagai manusia yang berperan hamba, adalah Pribadi yang tak terpisahkan dengan kehidupan Yesus di bumi. Di dalam Lukas 4:8-9, disebut ada 5 pekerjaan Yesus Kristus selama di bumi dimana semua bentuk pekerjaan itu adalah kehidupan Yesus Kristus sendiri. Dia kerjakan itu bukan karena berpura-pura mengerjakan 5 pekerjaan dari Bapa, tetapi karena memang itulah kodrat diriNya atau takdirNya sebagai pelayan di bumi. Kehidupan Yesus adalah produk atau jasa otentikNya.

Saudara/i, menjadi saksi Kristus, ibarat seseorang yang ‘menjual’ atau menceritakan kelebihan dirinya kepada pihak yang ingin tahu dan mau bekerja sama dengan dirinya, karena bagi mitranya, mungkin pihak yang ‘menjual’ tersebut dapat menjawab kebutuhan atau bisa diandalkan untuk menyelesaikan permasalahan. Sebagai orang Kristen, ketika kita menjalankan kebenaran firman Tuhan karena benar-benar mentaatiNya, maka semua buah pikiran dan buah karya kita adalah cerminan dedikasi hidup kepada Tuhan Sang Pimpinan hidup. Sehingga akan menjadi sangat mudah mempengaruhi orang lain untuk mengikut Kristus. Paulus mengatakan, dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah.’ (2 Kor 4:2). Menjalankan kebenaran Allah sama dengan pengujian tentang kesungguhan diri untuk menjadi anak-anak Tuhan yang dipertimbangan oleh dunia ini atau orang-orang akan menantikan buah-buah berkat dari dalam diri kita sebagai produk yang sangat layak untuk dijadikan sebagai ‘produk solusi’ bagi orang lain.Isi hidup kita bukanlah kepalsuan ataa ‘dramatisasi kekristenan’ yang bisa saja tidak mencerminkan buah iman terhadap kebangkitan Kristus, dimana kepura-puraan mendominasi diri. Seyogyanya Hidup kita menjadi solusi untuk orang miskin, orang sakit jasmani maupun sakit jiwani atau menjadi solusi dalam pengembangan masyarakat sekitar bahka bagi negara Indonesia.
Dengan demikian, akan menjadi mudah dan sangat mempengaruhi, jika kesaksian hidup kita adalah kerja dari kebenaran Allah di dalam hidup kita. Yang melakukan adalah Roh Allah, sedangkan kita menjadi bukti akan kebangkitan Yesus dari antara orang mati yang memberikan kemenangan.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1).
Bacaan: 2 Korintus 4:2
- Apakah yang dikatakan Rasul Paulus? (ayat 2)
B.2. MERENUNGKAN (M2).
Apakah arti frase “Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah.”? Bagaimana mengatasi apa yang dikatakan dalam frase tersebut?

B.3. MELAKUKAN (M3)
Tekankanlah pemahaman tentang apa yang dikatakan dalam 2 Korintus 4:2. Rencanakanlah bagaimana Anda dapat memenuhi konsep ini, “Hidup ku adalah Produk ku”?
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Tidak ada kata lain, teruslah bersaksi tentang pengalaman Injil Kristus di dalam hidup Anda.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

