JUMAT – KASIH DALAM KRISTUS YESUS

29 September 2023

Penerbit: Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Kolose 3:14

A. PENGANTAR

“Dan diatas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan” Kol 3 : 14

Dalam banyak kasus perceraian seringkali hilangnya kasih di antara sepasang kekasih (suami istri) menjadi alasan utamanya. Banyaknya persoalan yang dihadapi seolah menjadi pisau yang memotong ikatan kasih mula-mula ketika kedua insan menyatakan bersedia untuk hidup bersama menjalani bahterah rumah tangga. Tanpa kasih tidak mungkin perbedaan dua insan disatukan, dengan kasih segala perbedaan bukan halangan melainkan menjadi dasar yang kokoh untuk membangun kebersamaan meski tak sama (alias berbeda), tetapi ketika kasih itu hilang maka rapuhlah ikatan kasih dan runtuhlah bangunan rumah kebersamaan itu.
Hal ini bukan hanya berlaku dalam kehidupan relasi rumah tangga saja, melainkan dalam semua relasi yang kita bangun dengan orang lain disekitar kita. Nampaknya, Paulus pun menyadari bahwa hanya dengan kasih maka keutuhan jemaat dapat tercipta. Surat Kolose ditulis sekitar tahun 62 ketika Paulus dipenjarakan di Roma dengan tujuan untuk memperkuat iman jemaat ditengah maraknya ajaran palsu yang bermunculan. Jemaat Kolose merupakan hasil pelayanan Paulus di Efesus (Kis 20:31). Untuk tetap bisa teguh bersatu dalam iman, Paulus menasihatkan jemaat untuk saling mengasihi satu dengan yang lain. Kasih yang dimaksudkan adalah Kasih yang diajarkan melalui Tuhan Yesus Kristus. Jika semua dapat saling mengasihi, maka segala tantangan yang datang akan dapat diatasi dengan baik.
Realita pandemi covid 19 kemaren, juga harus dihadapi dengan ikatan kasih yang kuat antara satu dengan yang lain, meskipun kita harus tetap menjaga jarak (sulit bertemu). Ketika kita tetap saling mengasihi satu sama lain, maka aksi nyata yang kita lakukan adalah taat menjalankan protokol kesehatan: jaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, makan makanan bergizi, olahraga teratur. Dengan demikian kita dapat melindungi diri sendiri, keluarga dan orang lain disekitar kita. Ingat: dengan dasar ikatan kasih, segala masalah dapat kita hadapi bersama.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1).

Sebagai mana rumah tangga atau keluarga dapat dipertahankan dari berbagai tantangan pihak luar (orang ketiga misalnya) adalah karena adanya kasih diantar mereka, kasih yang membuat kita saling percaya, bahkan menutup segala dosa (kesalahan) (1 Petrus 4:8)
Kasih itu mempererat dan menyatukan perbedaan, tanpa kasih kita cenderung berfokus pada diri sendiri dan mengambil keuntungan dari orang lain. Kasih yang membawa kita dapat merima bahkan menyentuh (menjangkau) orang lain, Kasih itu menyatukan. Kasih juga membuat kita melakukan segala kewajiban dan perintah yang diletakkan di atas bahu kita dengan ringan dan melakukannya dengan suka cita,

B.2. MERENUNGKAN (M2)

“Tidak ada pribadi yang dapat memiliki kasih kecuali Tuhan Yesus, bahkan Alkitab mengatakan bahwa Allah adalah kasih (1 Yohanes 4:8), Dan Pengorbanan Tuhan Yesus di atas kayu salib adalah bukti kasih Allah bagi kita umat manusia yang berdosa, Allah mengasihi kita lebih dari apapun juga dan hal ini mendasari tindakan Tuhan Yesus untuk menderita dan mati dikayu salib agar kita manusia diselamatkan dari hukuman dosa (I Yohanes 4:10).

B.3. MELAKUKAN (M3)

Cara yang tepat dan sederhana untuk hidup dalam kasih adalah dengan mengasihi Allah dengan melakukan hal-hal yang menyenangkan hatiNya dan membenci dosa, hal kedua adalah mengasihi sesama manusia seperti dirimu sendiri seperti berdoa syafaat untuk mereka, melayani mereka dengan sepenuh hati dan mengampuni setiap kesalahan mereka.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Sampaikan kepada banyak orang, tidak ada tindakan yang paling menyentuh banyak orang di dunia, kecuali tindakan kasih, sekalipun itu tindakan yang mungkin kecil. Kasih adalah Bahasa yang dirindukan oleh semua orang.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47