01 Oktober 2023
Penerbit: Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Kolose 1;24-28
A. PENGANTAR
Dalam surat Paulus kepada jemaat di Kolose, kita bisa belajar bagaimana Paulus selaku pelayan Tuhan mengerti dan memahami focus hidupnya yang tidak bergeser sekalipun dalam penderitaan. Paulus senantiasa berfokus pada Yesus Kristus dan Kristus yang senantiasa diberitakan. Ini adalah perspektif ilahi dalam memandang penderitaan dalam pelayanan dan sangat berbeda dengan sudut pandang yang ditawarkan dunia. Secara umum, manusia menolak penderitaan tetapi Paulus berkata _“sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu” (Kolose1:24).
Paulus menyadari bahwa hidupnya bukan lagi miliknya tetapi milik Kristus dan hidup yang Paulus hidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Yesus yang telah mengasihinya dan menyerahkan diri-Nya untuknya.” (Gal 2:20). Inspirasi Yesus yang menyerahkan diri dalam penderitaan untuk kepentingannya, memampukannya untuk bersukacita (bersyukur) dalam penderitaan demi kepentingan orang yang dilayaninya.
“Aku TELAH menjadi pelayan sesuai dengan TUGAS yang DIPERCAYAKAN” (Kolose 1:25) Keyakinan Paulus terhadap panggilan Tuhan tidak hanya meneguhkan hidupnya sendiri tetapi menjadi berkat dalam kehidupan jemaat yang dilayaninya karena Paulus yakin bahwa Tuhan menyuruhnya menjadi pelayan untuk kepentingan jemaat.
“DIALAH yang kami beritakan” (Kolose 1:27-28). Inilah fokus hidup dan pelayanan Paulus, memberitakan Kristus yakni berita yang selama berabad-abad yang dahulu dirahasiakan dan yang sekarang dinyatakan betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1).
Pernyataan Paulus sangat penting untuk kita renungkan, karena godaan besar dalam hidup pelayan Tuhan adalah memberitakan diri kita sendiri. “Siapa yang diberitakan ?” “siapa yang dimuliakan ?” Jangan sampai kesaksian, pelayanan dan penderitaan kita menutupi berita Kristus! Ingat, kita bukan siapa siapa, kalau kita boleh melayani dan dipakai Tuhan, semua karena anugerah Tuhan.
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Kristus saja yang diberitakan dengan sungguh-sungguh. Paulus bekerja keras dengan seluruh tenaga/upaya yang diberikan kepada Kristus dan yang bekerja dalam dirinya dengan penuh kuasa. “…jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah,….” (Filipi 1:22) “Bagaimana dengan kita ?” Apakah kita masih bekerja keras untuk Kristus? Takala kesulitan, penderitaan dan “keberhasilan” kita alami, masihkah kita mengusahakan dan mengumulkan pemberitaan Kabar Baik serta memuridkan orang lain ?

B.3. MELAKUKAN (M3)
Mari dalam pelayanan, kita harus berfokus pada Yesus (injil Yesus), dan hanya Yesus yang menjadi pusat dari semua yang kita kerjakan. Kebanggaan dan rasa syukur kita adalah ketika injil itu berbuah dan berkembang diseluruh dunia (Kol 1:6) dan nama Yesus diberitakan dan menjadi kesaksian ke seluruh dunia.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Sampaikan pada banyak pelayan/orang percaya , kita hanya seorang hamba, Yesuslah Tuan kita! Dan ketika ada dalam karya injil itu suatu yang berharga!, Untuk itu bersukacita dan bersyukurlah!!!!
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

