22 Oktober 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Amsal 20:5
A. PENGANTAR
Upaya untuk mengenal dan memahami merupakan salah satu cara yang terbaik dalam menjaga sebuah komunitas. Dengan memahami seseorang, maka keinginan kita untuk menghakimi, menghina dan menyalahkan akan menurun, sebaliknya kita akan belajar untuk menerima orang tersebut sebagai pribadi yang unik dan belajar memahami posisi dan permasalahan nya.
Amsal 20:5 versi King James, “Counsel in the heart of man [is like] deep water, But a man of understanding will draw it out.” Isi hati dan pemikiran orang berbeda-beda, setiap orang memiliki karakter yang berbeda satu sama lain, sifatnya majemuk dan sangat sulit diselami seperti air yang dalam. Tapi a man of understanding (orang yang bepengertian) sanggup menimbanya.
Understanding atau pengertian adalah sumber kehidupan dan kebahagiaan bagi pemiliknya. Lalu bagaimana kita dapat menjadi a man of understanding? Orang yang pandai memahami orang lain juga biasanya adalah pendengar yang baik. Penelitian menunjukkan bahwa semakin baik seseorang mendengarkan, semakin terhubung perasaan orang tersebut dengan orang yang berbicara. Ini menghasilkan perasaan terikat dan dekat dan mudah memahami.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1).
Firman Tuhan katakan “orang yang pandai tahu menimbanya” ini adalah orang mampu mengerti orang lain. Ciri-ciri utama orang seperti ini orang pola pikirnya ingin menolong dan membangun hubungan dengan orang lain yang hatinya berfokus pada orang lain, tidak egois, tidak self centris, memiliki empathy dan kepedulian kepada orang lain. Ia akan selalu membuka pikiran (mind), membuka hatinya dan kemudian membuka mulut untuk menyapa dan bertanya keadaan orang lain tersebut. Bukan untuk “kepo” (ingin tahu doank) tetapi rasa ingin merasakan, apa yang dirasakan orang lain dan ingin menolong sekiranya ia mampu. Ada 4 langkah yang dilakukan oleh a man understanding : 1. Ia membuka hatinya untuk mengerti dan berdoa bagi orang lain. 2. Ia membuka matanya dan telinganya untuk melihat keadaan sekitarnya 3. Ia membuka mulutnya untuk bertanya dan menyapa orang lain. 4. Ia membuka tangan dan kakinya untuk menerima orang lain dan melakukan atau bertindak yang terbaik bagi orang tersebut
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Kristus adalah adalah teladan dari 4 langkah diatas, dan ketika setiap kita di komunitas menjadi a man of understanding, maka tidak ada lagi jemaat yang merasa sendiri. Tidak ada perasaan kesepian dan kesendirian (feeling of loneliness), ingatlah bahwa tidak ada orang asing disini, semuanya adalah warga dari keluarga Tuhan (oikos theos).

B.3. MELAKUKAN (M3)
Mari kita semua menjadi “agent of a man understanding” yang mau komitmen membuka pikiran, hati, mata, mulut, tangan dan kaki kita bagi banyak Saudara. Dengan mulai dari berdoa bagi Saudara-saudar di jemaat dan membuka mulutnya dengan berkata, “Apa kabar?”, “bagaimana kabar anak-anak?” “Sekolah mereka baik?”, “Kemaren kemana saja?” “Hi kami kangen loh?” “Minggu lalu ada urusan keluarga ya?” dll.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Motivasikan ke setiap anggota sel, untuk melakuan 4 hal sederhana diatas, pokoknya jangan jaim ya,,hehehehe, selamat
hari Minggu. Gbu all
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4

