20 November 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Filipi 2:1
Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, (Flp 2:1)
Tuhan menciptakan manusia dan menetapkan manusia sebagai makhluk sosial di muka bumi. Artinya setiap manusia memiliki potensi kebiasaan hidup dalam kebersamaan dengan orang lain. Inilah yang disebut hakekat manusia yang tidak dapat hidup tanpa orang lain (Kej 2:18). Dapat disebut sebagai gaya hidup berkomunitas. Lawan dari kebiasaan ini adalah hidup menyendiri atau hidup yang berada di situasi atau kondisi sulit untuk membangun relasi sosial.

Tetapi sebagai orang Kristen kita sepatutnya harus memahami, apakah kunci utama terbentuknya satu hubungan sosial dan kelanggengan hubungan diantara anak Tuhan? Sebab dewasa ini justru tidak sedikit orang Kristen yang mengalami keretakan hubungan bahkan saling menjauhi. Situasi ini terjadi di berbagai segmen kehidupan anak-anak Tuhan. Misalkan dalam relasi sesama anggota gereja, dalam rumah tangga dan lainnya. Kenapakah hal ini dapat terjadi? Padahal Yesus Kristus jelas sekali mengajarkan tentang hidup dalam kesatuan (Yoh 17:21). Jika kita perhatkan bahwa ada kunci utama dalam membangun kesatuan sesama anak Tuhan yakni kesatuan di dalam roh atau persekutuan Roh (Flp 2:1). Persekutuan Roh tidaklah berarti di dalam pertemuan komunitas anak-anak Tuhan, selalu ada Bahasa roh atau doa bersama. Ada yang mengikat hubungan ini yakni Roh yang sama, yakni Roh Kudus. Itu sebabnya setiap anak Tuhan harusnya dipenuhi oleh Roh Kudus sebagai jaminan yang menguatkan relasi sosial terjaga dan bahkan hubungan yang semakin harmonis penuh kasih mesra di dalam situasi baik atau tidak baik, sulit atau senang atau dalam situasi konflik satu dengan lainnya mereka tidak berpisah. Sekalipun mungkin berbeda pandangan tentang doktrin pengajaran, mereka tetap dalam kebersamaan. Sebagai anak Tuhan, janganlah tertipu dengan hubungan kasih yang semu. Tuhan tidak pernah mengajarkan hubungan kasih yang lemah dan situasional (mau bergaul jika sesama mereka tidak ada konflik – ini pola pikir yang salah).

Saatnya kita perkuat relasi sosial sebagai sesama anak Tuhan dengan dasar Persekutuan Roh. Bersekutu di dalam Roh adalah memulai dengan kebenaran Firman Tuhan dan membudayakan kasih mesra sebagai nilai pergaulan anak Tuhan. Terimalah setiap saudara seiman dengan apa adanya. Sebab itulah pola pengajaran Tuhan Yesus Kristus.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4

