renungan fiirman

SABTU – BERKORBAN ITU PENYANGKALAN DIRI

25 November 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Filipi 2:3

dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; Flp 2:3)

Jikalau kita mendengar kata dan atau ajakan “berkorban”, maka yang seringkali muncul di dalam benak kebanyak orang adalah : Kenapa saya harus berkorban? Kenapa bukan orang lain?” Kata ‘berkorban’ mengandung makna sehari-hari sebagai tindakan memberikan satu atau beberapa hal , baik yang bersifat material ataupun moril ataupun bentuk lainnya, dimana hal-hal tersebut sedang menjadi kebutuhan mereka yang ditantang untuk berkorban. Itu sebabnya, tidaklah mudah secara manusiawi untuk memberikan sesuatu yang kita sedang perlukan, kepada orang lain. Sebab ini sama saja dengan istilah “melepaskan hak”.

Pelajaran-pelajaran dalam Alkitab tentang Kasih Bapa, terlalu banyak diterjemahkan ke dalam praktek kehidupan sehari-hari secara universal. Banyak orang yang tahu tentang apa dan tujuan berkorban, namun banyak juga yang enggan melakukannya. Dalam Filipi 2:3, jelas sekali dituliskan “hendaklah dengan rendah hati seorang mengganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri.” Frase ini sangat kuat dan edukatif untuk mereka yang sedang krisis dalam hal kepedulian kepada orang lain. Dasar pengorbanan Yesus Kristus untuk menjadi tumbal dosa dengan peran sebagai penebus dosa, adalah Kasih Bapa yang tak terbatas dan tidak situasional.

Yesus Kristus mentaati perintah Bapa melalui penyangkalan diri atau pengosongan diri dari ke-Allahan-Nya dan menjadi manusia dengan mengampil rupa seorang hamba (Filip 2:2-7). Sebagai pengikut Kristus, berkorban di dalam kehidupan berkomunitas diantara anak Tuhan adalah satu nilai Kristiani yang harus terjadi, karena Yesus Kristus telah memberikan teladan ini. Saat Anda ingin berkorban demi keselamatan orang lain di dalam aspek rohani, jiwani dan jasmani berupa pemenuhan kebutuhan materi seseorang – tahan dan kendalikanlah egoisme diri yang menolak prinsip kebenaran ini. Menyangkal diri adalah “biarlah kehendakMu yang jadi – (Mat 26:39)”. Respon rohani ‘biarlah kehendakMu yang jadi’ akan sangat menolong kita menjadikan tindakan berkorban sebagai kebiasaan hidup.

Marilah lakukan sekarang, satu tindakan pengorbanan untuk saudara Anda dengan penuh cinta kasih.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4