28 November 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan :Galatia 2:11-14
Kita masih merenungkan perikop yang sama (Galatia 2:11-14), sikap inkonsitesi atau kemunafikan yang dilakukan oleh Petrus ditengah-tengah saudara seiman yang berlatarbelakang yang berbeda, ternyata membuat orang percaya yang lain melakukan hal yang sama dengan Petrus.
Dengan jelas dikatakan dalam ayat “12 Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat. 13 Dan orang-orang Yahudi yang lain pun turut berlaku munafik dengan dia, sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh kemunafikan mereka.” Pertama-tama yang mengikuti perbuatan Petrus adalah orang-orang Yahudi yang lain “yang bergabung pada saat itu” baru bergabung artinya baru menerima Yesus sebagai Tuhan, atau orang yang baru percaya dan diikuti oleh Barnabas. Jadi apa yang dilakukan oleh Petrus sebagai pemimpin pada saat itu menular atau diikuti oleh yang lain. Jadi hati-hatilah, dalam sebuah keluarga, gereja atau komunitas, hal yang buruk yaitu ketidak jujuran akan menular, menghamiri yang lain. Apalagi kita sebagai orang Kristen, banyak orang yang menilai dan mencontoh apa yang kita katakan dan perbuat. Kemunafikan berarti tidak memegang prinsip, hidup dalam bermuka dua, pura-pura setia, berbuat hal yang berbeda dengan apa yang dikatakan atau imani ataupercayai.

Kira-kira kenapa Petrus melakukan hal yang diatas, bisa jadi dia takut dicap sebagai orang yang melanggar hukum taurat, takut diserang oleh kelompok Yakobus, takut di cap atau dipersepsikan sebagai pribadi yang tidak menyenangkan, tetapi lebih tepat Petrus mementingkan “image” dan mengesampingkan kebenaran. Petrus lebih mementingkan penerimaan atas kehadirannya dari pada injil yang sejati. Dia kompromi dan berusaha menyenangkan orang lain, tetapi dia lupa bahwa tindakannya itu sedang merusak atau mengaburkan tentang pesan injil yang sudah dia sampaikan.

Sebagai orang percaya, kita harus menyadari bahwa ketidakjujuran atau kemunafikan itu adalah hal yang buruk dan bisa menular kepada saudara kita yang lain. Ketidakjujuran bisa mengaburkan kebenaran atau keselamatan hanya karena Injil. Jadilah menjadi saksi Kristus, memberitakan injil dan menghidupinya di tengah orang percaya atau orang yang belum percaya.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4

