KAMIS – JANGAN MENDUSTAI ROH KUDUS

30 November 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Kisah Para Rasul 5:1-11

Bacaan kita hari ini adalah satu kisah yang sangat jarang terjadi dan mengagetkan. Bagaimana mungkin bisa terjadi suami istri (Ananias dan Safira) sepakat berdusta yang mengakibatkan hidup mereka berakhir dengan tragis. Dikatakan sebagai anggota jemaat yang ingin memberikan persembahan, mereka tidak jujur melaporkan hasil penjualan sebidang tanah mereka kepada Rasul Petrus, mereka menyampaikan lebih kecil dari nilai penjualannya. Mereka memberikan uang tersebut untuk membantu orang yang berkekurangan, tetapi mereka menahan sebagian hasilnya (seolah-olah mereka memberikan semua hasil penjualannya), dalam hal ini mereka mungkin hanya ingin mendapatkan penghargaan dari Rasul dan jemaat lainnya tanpa memiliki niat yang murni. Sebenarnya Nama mereka memiliki arti yang luar biasa, “Ananias berarti  Allah telah memberikan atau Allah Rahmani. Sedangkan nama Safira berarti cantik atau jelita”, tetapi bagi mereka arti nama bukan jaminan bahwa perilakunya berkenan di hadapan Tuhan, Suami dan istri ini memberikan satu kesaksian yang tidak jujur kepada Tuhan.

Ketika mereka melaporkan hasil penjualan tanah kepada Petrus, Petrus yang dikuasai oleh Roh Kudus tahu akan kesepakatan dusta Ananias dan Safira, sehingga dihukum Tuhan, keduanya mati pada saat itu karena mendustai Roh Kudus (bukan karena berdusta kepada Petrus), yang pertama Ananias, lalu tiga jam kemudian Safira, yang sama-sama berdusta dengan suaminya. Hukuman yang dialami bukan karena banyaknya tetapi karena mereka berdusta mengenai jumlah hasil penjualan sebidang tanah yang mereka miliki.
Dari kisah Ananias dan Safira ini, mari kita belajar untuk jujur terhadap Tuhan, selanjutnya di balik kehidupan jemaat yang begitu rukun dan selalu melakukan kebersamaan, ternyata ada saja yang melakukan kebohongan, percayalah ada Roh Kudus yang mengetahui isi hati kita yang paling dalam dibalik semua apa yang kita perbuat dan Tuhan mau menemukan jemaat yang kudus.

Sebagai suami istri seharusnya harus saling menasehati apabila salah satu memiliki niat atau merencanakan sebuah kebohongan atau ketidak jujuran, terus membangun kehidupan keluarga yang benar penuh kejujuran dihadapan Tuhan. Manusia bisa berdusta dihadapan sesamanya, tetapi tidak bisa berdusta dihadapan Roh Kudus. Mari sepakat untuk membangun keluarga yang jujur di hadapan Tuhan dan sesama dalam perkataan dan tindakan kita.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4