renungan senin

SENIN – PARADOKS KASIH YANG MENJADI TANTANGAN

04 Desember 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Lukas 6:29-31

Arti paradoks adalah pernyataan yang seolah-olah bertentangan atau berlawanan dengan asumsi umum, tetapi dalam kenyataannya mengandung sebuah kebenaran (Sumber : google.com).
Kita hidup di era yang sangat kompleks dengan berbagai informasi yang pada gilirannya membentuk cara hidup yang sangat variatif. Teknologi informasi yang semakin canggih telah merajai pola pikir dan bahkan pola perilaku manusia. Salah satunya adalah kebutuhan relasi yang praktis dan kurang dekat. Ini digambarkan dengan pola relasi dalam dunia maya atau relasi yang dibangun melalui sarana internet. Selain dampak positif, tidak sedikit ditemukan juga dampak negatif dari pola relasi dalam dunia maya. Salah satunya adalah relasi sosial yang kurang dekat dan empatik dengan sesama manusia. Relasi tidak langsung atau relasi menggunakan teknologi internet, memiliki keterbatasan dalam pemahaman dan ekspresi nyata dari bentuk kasih yang nyata.

Ketika relasi sosial yang terjadi secara langsung dan tepat sasaran, tetap menjadi pola yang ideal dalam membangun dan menerapkan kasih Allah yang sejati. Dengan jaringan sosial kita dapat langsung menangkap dan memahami apa yang dipikirkan, dirasakan dan dialami oleh seorang atau beberapa orang. Pola ini sangat dekat dan penuh tantangan untuk menerapkan kasih Allah yang nyata dan tepat sasaran. Misalkan ketika seseorang dimarahi oleh orang lain secara langsung, dimana ada ekspresi emosi, sikap bahkan bisa tindakan yang melukai hati atau dan tubuh, sebagai sasaran luapan – kita dapat saja membalas atau diam atau mengampuninya (dengan asumsi kekeliruan sebagai alasan kemarahannya atau tidak memiliki alasan yang benar untuk marah). Pendapat umum biasanya memberikan pesan membalas orang yang marah tersebut atau meninggalkannya dan putus hubungan atau relasi sosial. Tetapi kasih Allah mengajarkan prinsip yang berbeda.

Kasih Allah adalah Kepribadian Allah sehingga memiliki kuasa yang memperbaiki pola pikir tentang kasih yang semua. Apa yang tertulis dalam Lukas 6:29-31 sangat tegas menjelaskan tentang Alkitab yang melawan pendapat kebanyakan orang tentang kasih yang semu dan terbatas atau situasional atau bersyarat. Dalam proses praktek tindakan kasih yang tidak umum di tengah dunia, yang terjadi adalah pertempuran antara keinginan daging dan keinginan Roh (Roma 8:6-7). Maukah Anda melawan kasih semua di dunia dengan tindakan kasih sejati dari Allah? Jawaban Anda ditentukan seberapa kuat komitmen Anda untuk memenangkan pertempuran antara keinginan daging dengan kenginan Roh. Lakukanlah dengan konsep kasih Allah (Agaphe) dan dalam arena relasi sosial yang nyata setiap hari.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4