06 Desember 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan :Lukas 6:38
Giving is Receiving adalah pernyataan yang kuat dan bermakna positif, dimana artinya adalah ketika seseorang memberi maka dia (akan) menerima apa yang menjadi bagiannya. Hidup ini memiliki dasar hukum dalam perilaku manusia yakni Hukum Tabur Tuai. Hukum Tabur Tuai yang dimaksud berdasarkan pada Hukum Kasih Allah. Ketika Allah merindukan keselamatan dan hidup kekal untuk semua orang berdosa, maka Allah mengutuskan AnakNya Yesus Kristus ke dunia sebagai Juru Selamat manusia. Dalam praktek mengasihi haruslah ada praktek memberi dengan dasar kasih. Allah yang penuh kasih telah melihat saat ini sangat banyak orang berdosa meresponi kasihNya melalui karya salibNya melalui tindakan penyerahan diri sebagai pengikut Kristus di dunia. Ketika Allah memberikan AnakNya sebagai korban penghapus dosa, maka Allah pun telah menerima, yakni anak-anakNya di bumi kembali ke dalam kerajaan surga.

Jadi sebagai anak Tuhan, kita haruslah menggunakan ukuran kasih atau ukuran alasan untuk menolong semua orang termasuk musuh-musuh kita. Jika kita hanya mengasihi orang baik dan suka memberi, maka tindakan ini adalah biasa-biasa saja dan sama saja dengan kebanyakan orang yang memberi kepada sesamanya yang baik kepada diri sang pemberi. Yesus menggunakan ukuran kasih Bapa yang menerima semua orang berdosa sebagai ukuran kasih sejati. Salah satu contoh, jika seorang memiliki pola pikir bahwa memberi menuntut balasan setimpal dengan apa yang telah diberikan kepada orang lain, maka itu adalah ukuran diri yang duniawi. Tidak ada ajaran Yesus Kristus seperti itu. Jadi marilah kita sangat berhati-hati memilih dan memilah alasan Anda mengasihi sebagai ukuran diri Anda. Jika Anda ingin memberkati dan diberkati maka, gunakanlah ukuran diri dalam mengasihi berdasarkan Hukum Kasih Bapa (Mat 22:37-39).
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4

