15 Desember 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : 1 Yoh 4:9-10
Jikalau ditanya, apakah yang tak pernah gagal dan tidak akan gagal? Jawabannya adalah Kasih Allah (Agaphe). Sebab sudah menjadi rencana Allah di dalam hatiNya yakni memperdamaikan manusia dengan Allah, melalui kehadiran Yesus Kristus ke dunia dan SalibNya yang adalah penggenapan kasih Bapa adalah bukti otentik akan kasih yang tak pernah gagal. Tujuan perdamaian dari Allah diantara manusia, menjadi alasan dan motivasi terkuat dan terbaik dalam setiap bentuk relasi sosial.

Kerentanan seorang manusia adalah keretakan dalam hubungan sosial. Sebab setiap manusia adalah unik, namun haruslah hidup dalam masyarakat yang memiliki ukuran sangat berbeda. Keunikan ini jika tidak disadari sebagai anugerah Tuhan, maka akan selalu bermuara pada konflik hubungan. Kita seringkali gagal dalam mengasihi orang lain, termasuk orang-orang yang pernah menyakiti kita. Kita berusaha bangkit dan mengasihi kembali. Lebih baik gagal mengasihi daripada tidak memulai mengasihi sama sekali.

Ketika kita gagal mengasihi orang lain, maka, ada peningkatan keimanan dan perilaku hidup panuh kasih Bapa terhadap orang lain. Adalah hal biasa , manusia gagal, namun haruslah memperbaiki diri di kemudian hari. Tidak perlu trauma dalam mengasihi orang lain, jikalau kita menerapkan Kasih Bapa (Kasih Agaphe) secara baik dan benar serta kemauan belajar yang sangat tinggi. Teruslah atasi kegagalan karena setelah itu Anda berhasil mengasihi setiap orang..
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4

