13 Januari 2024
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Efesus 4:32
Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu. (Efesus 4:32)
Masih ingatkah Anda kisah pemberontakan Adam dan Hawa di Taman Eden? Juga kisah pembunuhan Habel oleh Kain di dalam Alkitab? Kedua kisah ini seringkali menimbulkan pemahaman tentang Allah dengan 2 pertanyaan : Apakah Allah itu kompromi terhadap dosa Adam dan Hawa serta dosa Kain? Atau kah memang Allah itu penuh kasih dan pengampunan terhadap orang berdosa? Jawabannya adalah karena kasih Allah, Dia mengampuni dan memberikan kesempatan kepada Adam, Hawa, dan Kain untuk bertobat dan membangun keluarganya di dalam kesucian Kristus. Di balik kejahatan ketiga orang tersebut, Allah masih dapat melihat sisi positif dari mereka, yakni mereka manusia yang lemah namun karena mereka ciptaan Allah, mereka masih memiliki kesempatan untuk bertobat. Di kisah-kisah lain sepanjang dan sejauh Alkitab tuliskan, banyak sikap dan tindakan Tuhan yang mudah mengampuni dan mengasihi dan memberikan orang-orang berdosa untuk terus hidup di bumi untuk mencari Allah.

Teladan Tuhan Yesus, adalah sangat penting untuk kita ikuti. Kasih Sejati Allah yang terus menerus diterapkan secara pribadi, seperti seseorang menggunakan kacamata kuda. Kuda yang berkacamata sambil menarik delman, akan membuat dirinya bisa fokus kepada tujuan perjalanan. Demikian juga, setiap anak Tuhan yang fokus kepada kasih Allah, maka tatkala orang lain menyinggung dab menyakitkan perasaan diri atau bahkan meninggalkan Anda, maka anak Tuhan akan lebih mudah atau mampu melihat sisi baik dari orang itu.

Perenungan secara berulang tentang kasih Allah yang mengampuni dan membangun orang lain, akan memenuhi pikiran sadar dan pikiran bawah sadar seseorang. Sehingga, ketika seseorang menyakitkan Anda, maka akan terjadi respon otomatis untuk mengampuni orang lain dan menasehatinya untuk berubah dari kesalahannya. Kasih sejati Allah, adalah firman yang membersihkan pikiran kita dari kebencian dan dendam kepada orang lain. Karena kasih Allah juga mengandung belas kasihan Allah. Itulah empati kudus untuk tetap menjaga hubungan Anda tetap baik dan harmonis ketika Anda sedang konflik dengan orang lain.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4

