16 Januari 2024
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Roma 5:8
Bangsa Israel berulang kali jatuh dalam dosa dan menolak Tuhan, namun Tuhan tetap mengasihi mereka. Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, namun Tuhan tetap jaga dan pelihara. Daud pun berdosa berzinah, merangcang yang jahat dan mengambil istri bawahannya yang setia (Uria), tetapi tetap Tuhan pulihkan dan beri kemuliaan sebagai raja. Petrus menyangkali Tuhan tiga kali, namun Tuhan memanggilnya kembali. Manusia selama ribuan tahun melakukan dosa dan kekejian yang tidak terhitung mendukakan hati Tuhan, Roma 5:8 “Akan tetapi Allah menunjukkan kasihNya kepada kita. oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa”
Inilah kasih yang melampaui akal.
Ada dua kebenaran yang sangat mendalam tentang manusia. Satu, bahwa kita semua adalah sama seperti “boneka kain” yang usang. Dan, dua, kita semua adalah “boneka kain yang usang milik Allah”
Boneka kain yang usang membutuhkan kasih (love) yang lebih dalam dari sekedar “eros”. Kita membutuhkan kasih yang memberi nilai pada yang dikasihi. Kasih yang mengubah boneka kain yang usang menjadi harta yang sangat berharga. Inilah kasih yang melampaui akal. Inilah kasih yang digunakan Tuhan untuk mengasihi saudara dan saya. Kasih (love) adalah alasan mengapa Tuhan menempatkan kita manusia sebagai ciptaan termulia. Allah tidak menciptakan kita karena terpaksa, iseng, bosan, kesepian, tidak memiliki kerjaan lain, dan tidak juga karena kebutuhan. Allah menciptakan manusia karena Ia mengasihinya. Ini kasih yang melampaui akal.

Kasih Allah dinyatakan ketika ia menciptakan manusia, Adam dan Hawa. Namun keluarbiasaan Kasih Allah itu justru dinyatakan pada saat manusia telah jatuh dalam dosa. Pada saat manusia jatuh dalam dosa dan tidak lagi menjadi ciptaan yang sesuai harapan Allah, dari sinilah kemudian kita dapat menemukan keluarbiasaan Kasih Allah (the greatest love) — yang tidak berhenti mengasihi hanya karena kita telah menjadi kotor, dekil dan usang. Layaknya boneka kain yang tua.
Dalam kondisi yang sedemikian, tampaknya hal yang paling logis (masuk akal) yang dapat dilakukan adalah memusnahkan umat manusia. Membuangnya dan memulainya lagi. Kenapa tidak?
Namun Allah tidak dapat melakukannya. Dengan alasan kasih, yang tidak dapat dijelaskan dengan sejelas-jelasnya oleh seorang pun sepanjang sejarah. Allah tidak melakukannya. Ia tidak membuang kita untuk memulai kembali suatu ciptaan yang lebih baik. Namun sebaliknya, Allah justru bermaksud melakukan tranformasi untuk membangun kembali manusia.
Dan puji Tuhan, perjalanan pelayanan Yesus sampai menuju ke karya salib, dengan panggilan khusus untuk melakukan hal-hal yang tidak populer dan masuk akal hanya untuk menyelamatkan dan mengembalikan manusia pada kodratinya..

REFLEKSI DIRI :
Kristus datang bukan untuk orang yang sehat saja, namun bagi mereka yang sakit, Ia datang untuk memulihkan hati yang terluka/hancur, bukan hati yang sehat/normal. Semakin seseorang terabaikan, dialah yang justru paling Tuhan kasihi.
YANG HARUS DILAKUKAN :
Ya hanya dengan mempraktekan kasih yang sama yang telah kita terima dari Tuhan Yesus, kepada sesama manusia bahkan musuh kita. (Matius 22:39, Matius 5:44, Yohanes 15:12)
HIKMAT HARI INI :
Kristus telah melakukan banyak hal yang melampaui akal manusia. Dan ia terus melakukannya dengan terus mengasihi kita sampai hari ini dan seterusnya. Jangan datang ke Tuhan dengan segala logikamu tetapi datang dengan segala kerinduan.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4

