28 Januari 2024
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Kidung Agung 8:11-12
“8:11 Salomo mempunyai kebun anggur di Baal-Hamon. Diserahkannya kebun anggur itu kepada para penjaga, masing-masing memberikan seribu keping perak untuk hasilnya. 8:12 Kebun anggurku, yang punyaku sendiri, ada di hadapanku; bagimulah seribu keping itu, raja Salomo, dan dua ratus bagi orang-orang yang menjaga hasilnya.”
Sebelum lanjut coba renungkan “apakah kita sungguh-sungguh cinta sama Yesus”
Kalau kita membaca di awal perikop ini, dikatakan tidak ada yang bisa untuk mengalahkan kekuatan cinta, cinta itu begitu dasyat, demikianlah kuatnya cinta kasih Tuhan yang membebaskan kita, sanggup mengalahkan semua kekuatan dosa, menebus kita dari semua akibat dosa, semua beban kita ditanggung oleh karena kasihNya. Begitu besar dan berharganya kasih itu, kita patut bersyukur dan menghargainya. Oleh kekuatan kasihlah kita bisa bertahan untuk menanggung semua permasalahan dan tantangan dunia ini. Jadi ibarat cinta, jangan biarkan nyala api cinta Tuhan menjadi padam, berikan perhatian dan penghargaan kepadaNya sampai akhirnya. Ingatlah hanya oleh kasihNya kita berkenan dihadapanNya dan mengalami kemenangan atas dunia ini.

Dalam ayat 12, kemungkinan besar kata “seribu keping” bisa menunjuk kepada semua para istri dan gundik Salomo (tujuh ratus istri dan tiga ratus gundik). Jika demikian maka perkataan wanita ini mungkin memberi tahu, jika Salomo membagi cintanya dengan 1000 wanita di istananya, wanita ini tidak akan berbagi cintanya dengan orang lain, dia sangat bahagia menikmati keintiman hanya dengan satu orang “yaitu tunangannya” tidak ada orang lain dan itu ada dihadapannya, kebun anggurnya adalah kebun yang terbaik.
Luar biasa, wanita Sulam menjaga cintanya, tidak mengingini kebun anggur yang lain dengan berkata “bagimulah seribu keping itu”. Dari perkataannya, gadis Sulam begitu bangga dan sangat mencintai kebun anggurnya yang menjadi kepunyaannya sendiri, tidak tergoda atau larut dengan kemewahan yag dimiliki Salomo. Artinya dia terus fokus mencintai tunangannya, oleh cinta yang sangat berharga yang dia miliki, tidak lagi tertarik dengan yang lain, dia sangat bahagia dengannya, yang saat itu ada dihadapannya.

Sebagai gereja, kita bisa menarik pembelajaran agar terus fokus kepada kekasih kita yaitu Yesus, Dia satu-satunya kekasih jiwa kita. Terus menjalani hidup ini sesuai dengan firmanNya, tidak kompromi dengan cara yang ditawarkan oleh dunia ini. Sebagai keluarga Kristen, hanya dengan terus menjaga cinta kasih yang intimlah membuat pernikahan tetap utuh dan tangguh ditengah tantangan zaman ini, bukan dengan harta, kemewahan dan yang lainnya. Tetaplah fokus kepada Yesus, ingat betapa cintanya Dia kepada kita, ingat terus cinta kasihNya sampai Dia datang kedua kalinya.
TRUE LOVE “SEKALI YESUS TETAP YESUS”
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4

