MINGGU – LEBIH YANG DIHARAPKAN SI BUNGSU

18 Februari 2024

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Lukas 15:11-32

Harta warisan yang diterima anak bungsu itu tak membuat si bungsu merasa puas. Ia menjualnya,  pergi meninggalkan rumahnya ke negeri yang jauh, dan memboroskan harta miliknya dengan hidup berfoya-foya.  Hartanya pun habis tidak bersisa, bencana kelaparan _(krisis ekonomi)_ terjadi, dan anak itu jadi melarat.  Terpaksalah ia bekerja menjadi penjaga babi dan berharap mendapatkan makanan, tapi itu pun tak didapatkannya. Lengkaplah penderitaannya.

Dalam kemelaratannya, ia ingat bapanya, ingat rumahnya yang pernah memberinya kebahagiaan dan kasih yang melimpah.   Ya, ia ingin kembali ke sana meski tak lagi diakui sebagai anak. _“Asal bisa makan,”_ harapnya. Tapi apa yang dipikirkannya salah.  Cinta (kasih) bapanya tak sedikit pun berkurang.  Ia bapanya bahkan memeluknya, menciumnya, meluapkan kerinduan yang selama itu terpendam.  Dan lagi, ia diterima bukan sebagai orang upahan, tetapi tetap sebagai seorang anak!  Inilah kasih yang sejati!

Dalam rasa harunya, si bungsu mungkin berucap doa ini kepada bapanya: _“Terima kasih, walaupun aku meninggalkan rumah, aku tidak pernah meninggalkan hati bapa.  Walaupun aku melupakanmu, engkau tidak melupakanku. Terima kasih untuk krisis keuangan, kelaparan, kandang babi, dan apa saja yang mengembalikanku pada akal sehatku.  Terima kasih, walaupun yang membawaku pulang adalah rasa lapar,  bukannya kesadaran, namun tetap saja dalam keadaan demikian pun bapa menerimaku kembali (Bapanya menunjukan kasihnya terlebih dulu).

Terima kasih untuk pengampunan dan pemulihan yang bapa berikan kepadaku, orang yang sangat membutuhkannya, namun sesungguhnya sangat tidak pantas menerimanya.”

REFLEKSI DIRI :

Kita telah meninggalkan -Nya dankita menyakiti hatiNya, namun semua itu tak mengurangi sedikitpun cintaNya kepada kita.

HIKMAT HARI INI :

“Alasan untuk bapanya menerima anak bungsu apa adanya, adalah karena bapanya telah memutuskan dalam hatinya (komitmen) untuk mengasihi anak bungsunya terlebih dulu.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4