SABTU – TAKUTLAH AKAN DIA

16 Maret 2024

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Mazmur 103:17

Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu.

Kita harus terus menyadari bahwa kasih itu  berasal dari Allah, dan kita mengasihi dengan kasih yang berasal dari Allah.  Kita menerima dan mengalami kasih Allah,  kasih itulah yang memimpin hidup kita, kita hidup olehNya.  Kasih menjadi alasan untuk kita berbuat sesuatu, kasihlah yang menggerakkan hidup kita ini untuk bertindak.  Sama seperti Allah, tindakanNya selalu karena KASIH yang tidak berubah sampai selama-lamanya.  Kita terus meneladani kasih ini agar kitapun memberikan respon atau melakukan sesuatu kepada sesama kita agar mereka dapat mengenal Allah yang kekal, KASIH yang kekal.  Kita mengasihi bukan karena terpaksa atau karena tuntutan, kita mengasihi karena rela berkorban ada dalam kehidupan kita.  Ingat juga bahwa kasih yang kekal itu pasti membawa kita dengan penuh sukacita dan penuh hormat datang kepada Tuhan.

Dalam ayat di atas dikatakan bahwa kasih setia Tuhan itu dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang yang takut akan Dia.  Tuhan ingin mendapatkan sikap yang benar akan kasih yang kekal itu dalam hidup kita, karena bagaimana sikap kita terhadap kasih itu demikianlah penerimaan dan dampak kasih itu kita rasakan dan alami.  Bahwa sikap yang ingin Tuhan temukan adalah adanya sikap takut akan Tuhan.  Sikap takut akan Tuhan berarti kita merespon kasih itu dengan penuh hormat dan ucapan syukur,  penuh tanggungjawab dan menjaga kekudusan.  Hidup penuh ketaatan dan kesetiaan, mentaati perintah Tuhan dengan segenap hati dan menjauhi laranganNya.  Tuhan ingin kita menikmati kasihNya, tetapi kitalah yang terus menjauh dan keluar dari kasihNya.  Sesuaikanlah kehidupan kita, cara berpikir, tutur kata, tindakan kita dengan kasih.  Biarlah semua pikiran, kata-kata dan tindakan kita mengalami TRANSFORMASI atau perubahan oleh karena takut akan Tuhan,

Satu hal lagi yang harus kita ingat, dalam memahami kasih kita harus tahu adanya keadilan Tuhan.  Kasih tidak bisa membatalkan hukuman bagi orang-orang yang tidak mau merespon kasih itu dengan benar.  Tuhan itu adil dalam menjalankan kasihNya.  Jika boleh saya sampaikan dalam kata-kata yang bisa saya mengerti, bahwa Tuhan akan memberkati orang yang menerima dan hidup oleh kasihNya dan menghukum orang-orang yang tidak mau menerima atau menolak kasihNya.

Mari jemaat Tuhan, jalanilah kehidupan ini dengan takut akan Tuhan, maka engkau akan mengalami kasih setiaNya dan berkat Tuhan akan menyertaimu selama-lamanya.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4