KAMIS – BAGAIMANAKAH ORANG KRISTEN SELALU MENGALAMI KASIH BAPA?

21 Maret 2024

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Yohanes 15:7-9

Beberapa hari lalu kita sudah mempelajari tentang peran dan otoritas sebagai anak-anak Allah dikarenakan kasih Bapa yang begitu besar telah diterima oleh mereka yang mempercayai Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat (I Yoh 3;1; Yoh 1:22). Peran sebagai anak-anak Allah menuntut orang Kristen hidup dengan kebiasaan anak Allah. Bagaimanakah kebiasaan hidup anak-anak Allah?

Satu gambaran, Doni adalah anak Pak Ruby S. Sebagai konsekuensinya Doni haruslah tinggal bersama ayah dan ibunya dan mengikuti semua peraturan di dalam rumah Doni yang telah dibuat oleh Ayahnya yakni Pak Ruby S. Aturan yang dibuat bisa menggambarkan satu dan beberapa harapan dan cita-cita ayahnya terhadap Doni.

Demikianlah sebagai Bapa yang penuh kasih, Dia juga ingin melatih anak-anakNya memiliki mentalitas anak-anak Allah di setiap waktu dan tempat. Cara terbaik untuk dapat memiliki mentalitas sebagai anak-anak Allah adalah selalu tinggal di dalam Persekutuan Bapa dan Anak yakni Yesus Kristus. Tinggal berarti menetap di dalam hadirat Allah yang digambarkan dengan ketaatan total terhadap semua prinsip kebenaran sebagai Firman Tuhan. Proses pelatihan ini terjadi di dalam kuasa kasih Bapa (Yoh 15:9).

Perhatikan ayat berikut :
Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. (Yoh 15:7)

Adalah kebahagiaan jika apa yang semua diminta anak Allah kepada Allah dikabulkanNya. Ketika hidup kita selalu terkoneksi dengan Allah yang adalah Firman (Yoh 1:1), maka semua sel-sel saraf di otak akan dipenuhi dengan firman Tuhan sehingga proses berpikir kitapun akan dikendalikan Allah sepenuhnya.

Bukan kejayaan atau kegagalan masa lalu yang mengendalikan kehidupan masa kini atau masa depan. Sebagai akibat wajar di dalam gaya hidup anak-anak Allah, adalah semua yang diminta pasti akan diberikan Allah. Sebab pasti semua permintaan kita adalah suci dan selaras dengan kebenaran Allah. Itulah kehidupan anak-anak Allah yang telah menerima kasih Bapa.

Siapkah Anda menjadi anak-anak Allah di dalam kehidupan sehari-hari? Mulailah lebih disiplin menjalankan semua kebenaran Allah dengan totalitas.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4