SABTU – PERSONAL BRANDING (MEREK PRIBADI)

23 Maret 2024

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : 2 Korintus 6:17-18

Dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu. (2 Kor 6:17)

Jika kita merenungkan dengan seksama kalimat yang tertulis dalam 2 Korintus 6:17-18, terdapat satu potensi perbedaan anak Allah diantara manusia lain di bumi. Seperti satu tanaman anggrek bulan yang berada di tengah hutan belantara, maka tanaman anggrek tersebut sangat jauh berbeda dan tetapi tetap tumbuh di tengah hutan yang didominasi oleh tanaman besar dan tinggi serta berkayu. Anggrek terlihat unik dan indah serta mewarnai hutan belantara yang terkesan ‘buas dan liar’.

Seorang anak Allah, adalah pribadi ber-merek “Kasih Bapa” karena memiliki potensi dan ekspresi Tuhan Yesus Kristus di tengah dunia yang cenderung seragam dalam tabiat serta tidak bersahabat bahkan cenderung menolak anak-anak Tuhan (I Yoh 3:1). Tanaman Anggrek bulan itu tetap tumbuh tanpa mengganggu tanaman lain tetapi sebaliknya memberikan keindahan tersendiri di vegetasi hutan. Unik dan berdampak.

Di balik keunikan jati diri , anak-anak Allah memiliki tanggung jawab rohani yakni ‘’…jangan menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu.” (2 Kor 6:17) sebagai wujud responnya terhadap pengorbanan Tuhan di Kayu Salib untuk menyediakan garansi hidup kekal. “apa yang najis” adalah identik dengan sifat Allah. Tentu tindakan yang dilakukan anak Tuhan adalah hal yang seharusnya dilakukan di hadapan Allah. Dengan kata lain itulah ‘budaya kerajaan Allah’. Bukan saja itu, tindakan tidak menjamah apa yang najis menjadi syarat penerimaan kerohanian dan karakter di hadapan Allah.

Di balik keputusan Anda untuk menjauhi hal-hal yang najis, adalah perkenanan Tuhan dengan wujud Allah menjadi Bapa bagi orang percaya. Ini adalah pola kerja Allah dalam membangun kehidupan persekutuan Bapa dan anak-anakNya di muka bumi. Itu sebabnya, berusahalah hai anak-anak Allah untuk tetap di dalam kebenaran Allah yakni firman Tuhan 100% sebab dengan demikian Anda tetap berada di dalam koridor kekudusan Allah. Mulai dari pola berpikir, pola merasa, pola tindak sampai pada membangun kebiasaan hidup.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4