01 April 2024
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : 1 Korintus 15:12-17
“Because He lives, I can face tomorrow (S’bab Dia hidup, ada hari esok)”
”Because He lives, all fear is gone (S’bab Dia hidup, ku tak gentar!)”
”Because I know He holds the future (Kar’na ku tahu, Dia pegang hari esok)”
”And life is worth the living, just because He lives (Hidup jadi berarti, s’bab Dia hidup!)”
Ini penggalan lirik lagu Because He lives (Sebab Dia Hidup). Lagu ini paling sering dinyanyikan ketika Paskah maupun hari-hari lainnya. Lagu ini ditulis oleh Bill dan Gloria Gaither pada akhir tahun 1970. Saat itu mereka berada dalam masa krisis. Bill baru saja pulih dari penyakit mononukleosis, Gloria hamil anak ketiga yang tidak diharapkan karena dua anak mereka masih balita! Mereka juga sedang menghadapi masalah dalam pelayanan musik dan masalah dengan keluarga besarnya. Berbagai hal yang terjadi ini membuat mereka sangat khawatir tentang masa depannya.
“Bagaimana hidup mereka nanti?”
Di tengah krisis dan kekawatiran yang berat tersebut, lahirlah lagu ini. Iman mereka semakin dikuatkan oleh Tuhan. Mereka mengingat bahwa Tuhan Yesus yang mereka sembah adalah Tuhan yang hidup. Kebenaran inilah yang membuat hidup mereka yang tampak suram jadi berarti. Life is worth the living, just because He lives. Ya, hidup jadi berarti karena Yesus telah bangkit dari kematian!

Fakta kematian dan kebangkitan Kristus merupakan pondasi iman Kristen. Kristus mati disalib untuk menebus manusia berdosa yang tanpa pengharapan dan tidak dapat menyelamatkan dirinya dari murka Allah. Kristus bangkit menunjukkan bahwa Ia adalah Allah yang sejati. Kristus bangkit menjadi dasar dari jaminan atas kebangkitan tubuh orang percaya di akhir zaman.
Hal inilah yang ditegaskan oleh rasul Paulus ketika ia berkata, “Dan Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.” (1Kor. 15:17)
Jika Kristus hanya mati saja dan tidak pernah bangkit (HIDUP), maka sesungguhnya kita sebagai orang Kristen adalah orang yang paling malang karena telah memercayai seorang manusia biasa yang mati tersalib, suatu cara kematian yang hina dan terkutuk! Sia-sialah kepercayaan kita! Bukan hanya sia-sia, tetapi yang paling mengerikan ialah kita akan terus hidup berkubang dalam dosa selama-lamanya.
Tidak ada jaminan pengampunan dosa. Kita hanya akan menerima murka Allah. Bukankah ini mengerikan? Siapakah yang bisa meloloskan diri dari murka Allah?

REFLEKSI DIRI : Syukur pada Allah! Yesus Kristus yang kita sembah bukan hanya mati tetapi juga bangkit (hidup). Kematian dan kebangkitan-Nya menjadi dasar dari pengampunan dosa kita. Kebangkitan-Nya memberikan pengharapan bagi semua orang percaya.
YANG HARUS DILAKUKAN : Bukan hanya pengharapan akan hidup yang kekal, tetapi juga pengharapan untuk hidup hari lepas hari. Disaat hidup penuh tantangan dan kekawatiran akan persolan hidup, pekerjaan, bisnis, anak-anak. Momen paskah yang kita rayakan mengingatkan kita bahwa Tuhan Yesus bangkit dan hidup.
HIKMAT HARI INI : Karena Yesus hidup, kita semua miliki hari esok, termasuk harapanmu di dalam Dia.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4

