08 April 2024
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : I Korintus 13:4; I Tesalonika 5:14
Kasih Allah itu adalah firman Allah yang memiliki karakteristik atau keunikan yang membedakannya dengan konsep kasih lain. Dan keunikan ini adalah menggambarkan karakter Kristus.
Kata ‘sabar’ disebutkan di dalam Bahasa Yunani dengan sebutan makrothumeo yang jika diartikan ke dalam Bahasa Inggris adalah to be of a long spirit, not to lose heart, yang artinya mempunyai semangat yang panjang, tidak putus asa. Sedangkan kata ‘murah hati’ berarti bersikap baik atau menunjukkan diri dengan lemah lembut, atau baik hati.

Kedua karakteristik kasih ini memiliki kaitan yang sangat kuat dengan kata sabar dan murah hati atau baik hati, menjadi kekuatan diri untuk memunculkan penerimaan terhadap orang lain tanpa syarat sekalipun orang tersebut bisa saja tidak berkenan di hati kita. Ketika kita belajar mengasihi, maka kita pun haruslah membuka hati untuk siap disinggung atau diganggu suasana hati atau bahkan dapat menggoncang emosi kita. Ketidaksabaran dan tidak murah hati atau tidak baik hati adalah bentuk dari respon emosi yang di luar kendali diri sehingga di saat terjadi kita tidaklah sedang mengasihi.

Bagaimanakah memiliki kasih yang sabar dan baik hati? Milikilah pola pikir bahwa Allah adalah panjang sabar dan murah hati. Panjang sabar Tuhan sudah ditunjukkan dengan pengampunan berulang kali tanpa batas terhadap orang-orang yang menghina, memfitnah dan menyakiti bahkan merajam Dia. Murah hati Allah ditunjukkan dengan sikap dan tindakan menolong semua orang yang ditemuinya tanpa pandang buluh. Belas kasih selalu menggerakkanNya untuk bertindak. Mulailah sekarang untuk menjadi pribadi yang panjang sabar dan baik atau murah hati.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4

