11 April 2024
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Yakobus 1:5
Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, — yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit — , maka hal itu akan diberikan kepadanya.(Yak 1:5)
Karakter Kasih Allah yang disebut murah hati, digambarkan sebagai pribadi yang ‘tidak pelit’ atau mudah dan segera untuk memberikan apa yang diminta anak-anakNya. Setiap pemberian Allah kepada anak-anakNya didasarkan pada dua alasan yakni

- Karena kemurahan Allah sebagai pribadiNya untuk memberikan kepada anak-anakNya
- Karena permintaan anak-anakNya yang berkenan di hati Tuhan.
Kedua alasan tersebut didasarkan karena Allah kita murah hati. Setiap pemberian Allah kepada anak-anakNya tidak akan pernah ‘membangkit-bangkit’. Kata ‘membangkit-bangkitkan’ jika ditinjau dari Bahasa Yunani disebut oneidizo¸yang artinya ‘mencela, mengecam (Barclay). Terjemahan ini mengarah pada satu sifat tidak perlu mengecam atau mengklaim apa yang sudah diberikan itu tidak perlu diungkit-ungkit.

Allah adalah kasih yakni Pribadi yang baik hati dan murah hati. Setiap pemberian Allah adalah baik untuk anak-anakNya sehingga tidak perlu Allah ‘membangkit-bangkitkan’ terhadap setiap apa yang sudah diberikan Allah . Demikianlah kita sebagai anak-anakNya bertindak demikian di dalam kehidupan kita sehari-hari.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo

